Proses Belajar Ditengah Pandemi Covid-19, SMK Negeri 1 Siatas Barita Perjuangkan Kualitas Pendidikan Siswa

oleh -225 views
oleh
banner 750x250

SATYA BHAKTI ONLINE – TAPUT | Ditengah situasi di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan proses belajar mengajar dilakukan dengan cara daring, pendidikan siswa harus tetap diperjuangkan.

Demikian diungkapkan Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Siatas Barita, Allin Tampubolon, S.Pd baru-baru ini.

Menurut Allin Tampubolon, saat ini bukan waktunya  mempertanyakan kualitas materi pendidikan yang diterima anak ditengah keterbatasan yang jauh dari ideal untuk mencapainya.

“Akan tetapi kualitas pendidikan anak ditengah pandemi harus tetap diperjuangkan,” tegas Allin Tampubolon kepada awak media satyabhaktionline.

Sebagai salah satu upaya pencapaian kualitas materi pelajaran, Allin Tampubolon mengungkapkan, SMK Negeri 1 Siatas Barita mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk fasilitas paket guru.

Hal tersebut, ungkap Allin Tampubolon  sesuai Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal pembelajaran secara daring dan belajar dari rumah dalam rangka pencegahan peyebaran Covid-19 serta sebagai wujud tindaklanjut Pengumuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 1385/BV.B5/GT/2020 tertanggal 6 April 2020 perihal informasi tentang Portal Guru Berbagi.

Terkait teknis pelaksanaan pencapaian materi pendidikan kejuruan, Allin Tampubolon menuturkan, dirinya selaku  Kasek SMK Negeri 1 Siatas Barita menginstruksikan serta memberlakukan pembelajaran secara daring dan Luring kepada siswa melalui guru mata pelajaran, dengan menggunakan berbagai aplikasi seperti Google Classroom, Whats Up group, E-mail, Facebook dan sebagainya.

Selanjutnya, selaku Kasek SMK Negeri 1 Siatas Barita, Allin Tampubolon memuturkan dirinya setiap saat memantau kelancaran kegiatan belajar daring dan luring siswa sesuai jurusannya masing-masing melalui group Whats Up (WA) guru maupun melalui rapat-rapat terbatas.

“Kesemuanya itu diharapkan pembelajarannya lebih disiplin,” ungkap Allin Tampubolon.

Sementara itu, Allin Tampubolon menuturkan, banyak orang tua merasa tidak puas dengan proses belajar yang kini dilakukan secara daring, termasuk proses belajar secara daring di SMK Negeri 1 Siatas Barita.

“Kini, jumlah siswa SMK Negeri 1 Siatas Barita mencapai 1170 siawa dengan 8 jurusan harus mampu mengejar target kurikulum yang ada,” ungkap Allin Tampubolon.

Selain itu, Allin Tampubolon menuturkan, SMK Negeri 1 Siatas Barita memiliki jumlah ruangan teori 32 ruangan dan 2 ruangan komputer serta 3 ruangan RSP.

Kini, ungkap Allin Tampubolon, ruangan di SMKN 1 Siatas Barita sudah waktunya  untuk direhabilitasi karena sebagian sudah bangunan tua.

“Selain itu, sekolah juga membutuhkan   alat-alat dan sarana praktek untuk meningkatkan mutu dan kualitas belajar siswa,“ pungkas Allin Tampubolon. (SB20/ARS)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

banner 750x250
Bagikan ke :