Pererat Silaturahim, “Buser Jadul” Gelar Halal Bihalal

oleh -204 views
oleh
banner 750x250

SATYA BHAKTI ONLINE – DELI SERDANG | Untuk mempererat silaturahmi dan silaturahim antar anggota, Kamis (20/5) sekira pukul 11.00 WIB di salah satu Café Kopi di Tembung, Kumpulan Buru Sergap Jaman Dulu (Buser Jadul) menggelar kegiatan halal bihalal.

“Kegiatan ini (halal bihalal, red) atas gagasan Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH selaku Pembina wadah “Buser Jadul”, ungkap Ketua Buser Jadul, Kompol (Purn) Khairul Bahri, SH alias Keong dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, kepada seluruh purnawirawan polisi yang pernah bertugas di satuan reserse kriminal (reskrim) di Poltabes Medan (kini Polrestabes Medan) dan bergabung dalam wadah “Buser Jadul”, Kompol (Purn) Khairul Bahri mengucapkan,” Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1442 H/2021. Mohon maaf lahir dan bathin.

Ucapan yang sama juga diungkapkan Pembina wadah “Buser Jadul”, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH.

”Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1442 H/2021. Mohon maaf lahir dan bathin,” ungkap Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH dalam sambutannya.

Dalam hal ini, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH  mengharapkan, agar kegiatan halal bihalal ini terus dilakukan dan dibina yang kesemuanya itu diharapkan dapat meningkatkan “imun” (kekebalan tubuh, red) untuk melakukan kegiatan di usia yang kini tidak muda lagi.

“Saya berharap, ke depan, wadah “Buser Jadul”  tidak sekedar sebagai wadah kumpul-kumpul. Tapi, harus ada sesuatu karya atau kegiatan produktif untuk anggota pada khususnya, dan masyarakat,” harap Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH .

Sementara itu, pantauan saat kegiatan halal bihalal itu, serangkaian acara digelar yang dimulai dengan makan bersama.

 

Selain itu, kegiatan halal bihalal itu juga dihadiri mantan Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang, Ricky Prandana Nasution yang dalam hal ini berkesempatan menyumbangkan suara emasnya dengan melantunkan beberapa lagu favoritnya.

Selanjutnya, kegiatan halal bihalal itu dimeriahkan dengan lantunan lagu-lagu yang dibawakan para purnawiran polisi itu dan diakhiri dengan foto bersama.

Semaraknya lagi, serasa lupa dengan usianya yang kini tidak muda lagi, para purnawirawan polisi itu juga berjoget bersama.

Sementara itu, di sela-sela halal bihalal itu, kepada awak media ini, Pembina wadah “Buser Jadul”, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH mengungkapkan, inti halal bihalal ialah silaturahim yang dalam hal ini merupakan wujus dari kata “silah” yang berarti konek.

Dengan mengibaratkan sebuah rangkain listrik, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH menuturkan, jika negatif dan positifnya putus, maka listrik tersebut akan padam.

“Lampu, internet, dan lainnya juga turut mati,” tegas purnawiran polisi berpangkat Brigjen itu.

Tapi, lanjut Pembina “Buser Jadul” itu, jika kita terkonek, maka sudah barang tentu semuanya akan hidup.

“Jadi, dua istilah halal dengan yang pertama ialah ‘silah’ yang bermakna selalu positif. Lalu kedua, ‘rahim’,” ungkap Pembina “Buser Jadul” itu.

Dalam hal ini, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH mengungkapkan,  ada sebuah hadits Nabi mengatakan, jika Al-Qur’an 30 juz dipadatkan, maka pemadatannya ialah Surah Al-Fatihah.

“Dan jika Surah Al-Fatihah dipadatkan lagi, pemadatannya ialah ‘Bismillahirrahmanirrahim’ pada Surah Fatihah tersebut,” tutur Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH.

Kemudian, tutur Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH lagi, jika dipadatkan lagi, maka intinya terletak pada dua kata yang disebut ummu sifat, ummul asma, di mana terdapat 99 nama Allah yang menjadi induknya, ialah Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang artinya Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan mempunyai akar kata sama; yaitu rahima, yang berarti cinta,” tutur Pembina “Buser Jadul” itu.

Jika Al-Qur’an dipadatkan menjadi satu kata, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH menuturkan, maka kata itu adalah cinta atau kasih.

Dengan demikian, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH menyimpulkan, silaturahim ialah menjalin cinta yang sangat suci.

Hal inilah, menurut Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH yang harus dilakukan, terlebih dalam halal bihalal digital sebagaimana dilakukan pada hari tersebut.

Brigjen Pol. (Purn) Drs. Faisal AN, MH berharap, hal ini bisa menjadi simbol kebersamaan.

“Kita ingin sekali agar halal bihalal ini menjadi satu hal yang sangat perekat untuk bangsa Indonesia yang majemuk,” harapnya.

“Simbol pemersatu seperti halal bihalal tersebut, sangat penting. Jangan dianggap hanya milik umat Islam saja, sekalipun namanya bahasa Arab. Halal bihalal ini merupakan karya anak bangsa yang kesemuanya itu sudah ada sejak awal untuk menghimpun umat beragama, untuk etnik yang berbeda-beda,” pungkas purnawiran polisi berpangkat Brigjen itu. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

“Komunikasi yang dari hati adalah ungkapan kasih yang berharga”

banner 750x250
Bagikan ke :