Ketahanan Dan Pertahanan Yang Utama Adalah Keluarga Dan Lingkungan

oleh -151 views
oleh
banner 750x250

Dinsos Kota Tebingtinggi Prakarsai Pembentukan KSB

SATYA BHAKTI ONLINE – TEBING TINGGI | Ketahanan dan pertahanan yang utama itu adalah keluarga dan lingkungan.

Hal tersebut diwujudkan dengan aman di rumah tangga, aman di lingkungan, aman di kelurahan, aman di kecamatan dan aman di kota.

 

Demikian terungkap saat Walikota Tebingtinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM menjadi narasumber dalam kegiatan koordinasi, sosialisasi dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB), yang diprakarsai Dinas Sosial Kota Tebingtinggi, Rabu (17/3) di Gedung Hj. Sawiyah Nasution, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi dengan dihadiri Sekda Kota Tebingtinggi (Muhammad Dimiyathi, S.Sos, M.TP), Kepala Seksi (Kasi) Bencana Alam Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Utara (Lihat Silalahi), BPBD Kota Tebingtinggi, Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Tebingtinggi, Tagana Tebingtinggi dan para undangan lainnya,

Dalam bimbingan dan arahannya, Walikota Tebingtinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan menuturkan, kegiatan tersebut didasari konsolidasi organisasi pemerintah yang dimulai dari kampung atau kelurahan yakni perangkat sosial yang ada didalamnya.

“Aman rumah tangga, aman lingkungan. Aman kelurahan, aman kecamatan. Aman Kecamatan, aman Kota. Maka ketahanan dan pertahanan yang utama itu adalah keluarga dan lingkungan itu tadi” ungkap Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan.

Dalam hal ini, Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan menuturkan, yang punya daerah itu adalah kampung, karena kampung atau kelurahan inilah yang membentuk kecamatan.

Karena itu, ungkap Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan, kegiatan ini dilakukan dengan berbasis kampung yang kesemuanya itu mendekatkan pelayanan yang lebih cepat, lebih tepat kepada masyarakat dan yang ikut bekerja disini adalah masyarakat.

Menurut Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan, untuk membantu mengurus warga yang ada, KSB mengharapkan partisipasi dari masyarakat dengan koordinasi dan bersinergitas secara baik antara warga di kampung.

Terkait penanggulangan pandemi Covid-19 yang hingga kini membutuhkan kerjasama partisipasi dan kesadaran masyarakat, Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan berharap kepada seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan (Kepling) agar kiranya berswadaya untuk menggerakkan masyarakat agar mau ikut aktif di KSB.

Selain itu, kepada para pengurus mesjid, Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan menghimbau untuk memantau lingkungannya apabila ada terdampak Covid-19.

“Pada intinya kami sampaikan kepada kita semua, bahwa Kampung Siaga Bencana bukan hanya untuk mematuhi secara ketentuan hukum yaitu mengindahkan peraturan Menteri Sosial, tetapi memang merupakan kebutuhan kita karena basis yang utama dari pada Kota itu adalah Desa atau Kelurahan.

“Kalau Desa atau Kelurahan itu baik, maka baiklah Kota atau Kabupaten itu. Yang tahu tentang permasalahan disitu adalah warga masyarakat disitu,” ungkap  Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan.

Selanjutnya, ungkap  Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan lagi, komunikasi bisa digalang dijalin lebih baik diantara masyarakat dalam lingkungan yang lebih kecil.

“Untuk penanggulangan bencana, dipeerlukan data untuk melihat dan mendata banyaknya warga, KK. dan tempat mengungsi, dapur umum tenda dan lain sebagainya. Hal tersebut harus jelas diketahui sejak sekarang ini,” ungkap Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan

Tentang bencana angin puting beliung dan kebakaran, Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan mengungkapkan, diperlukan kemampuan teknologi agar dibangun dan memikirkan kesehatan serta keselamatan yang menempatinya.

“Mudah mudahan acara ini dapat diterima dengan baik dan dilaksanakan, diimplementasikan di Kelurahan – Kelurahan yang ada,” pungkas Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan

 

Untuk diketahui, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Walikota Tebingtinggi, sebagai role model pembentukan KSB yakni Kelurahan Bandar Utama dan Kelurahan Mandailing serta Kecamatan Tebingtinggi Kota. (SB-33/YF)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

banner 750x250
Bagikan ke :