Di Asahan, Diduga Ugal-Ugalan Di Jalan, Minibus Bermuatan Drum Solar, Tabrak 4 Sepeda Motor

oleh -209 views
oleh
banner 750x250
  • Korban 4 Luka-Luka dan 1 Meninggal Dunia

SATYA BHAKTI ONLINE – ASAHAN |

Diduga ugalan-ugalan dijalan, satu unit minibus tabrak 4 sepeda motor.

Atas insiden itu, 5 orang yang dalam hal ini 4 pengendara sepeda motor dan 1 penumpang sepeda motor menjadi korban ugal-ugalan minibus tersebut.

Sedangkan 1 dari diantara 5 korban tersebut, meninggal dunia dalam perawatan di RSU terdekat.

Ironisnya, 2 dari 3 tiga penumpang (termasuk supir) minibus yang ugal-ugalan dengan muatan sejumlah drum berbau minyak solar itu, melarikan diri.

Adapun insiden itu terjadi Sabtu tanggal 25 Juni 2022 sekira pukul 23.15 WIB di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mutiara, Kabupaten Asahan.

Dalam ini, informasi sejumlah warga di lokasi kejadian menuturkan, kejadian itu berawal saat mobil minibus dengan nomor polisi BK 7254 DN itu, keluar dari SPBU di Kelurahan Selawan Kisaran, menuju arah Tanjung Balai.

Namun, minibus tersebut sempat menyerempet sebuah sepeda motor.

Diduga panik, mobil minibus yang sudah dimodifikasi dan bermuatan puluhan jerigen solar itu, kabur dan dikejar warga.

Namun, sekira 2 kilometer dari lokasi menyerempet sepeda motor itu, akhirnya mobil minibus itu berhenti masuk ke dalam parit, setelah menabrak rombongan sepeda motor.

Atas kejadian itu, tampak muatan jerigen solar yang ada di dalam mobil minibus itu, tampak berantakan dan menyebabkan kerumunan warga dan kemacetan sepanjang lokasi kejadian.

Satu jam kemudian, mobil derek Satlantas Polres Asahan tiba di lokasi dan mengamankan bus dengan muatan drum solar di dalamnya.

Sementara, kepada wartawan, Minggu 26 Juni 2022, Kasatlantas Polres Asahan (AKP Jodi Indrawan) menuturkan, mobil minibus yang menabrak pengendara sepeda motor itu tersebut ditumpangi oleh tiga orang, yakno Muhammad Hadi yang dalam hal ini pengemudi (sopir), Zaki dan Syahrial Panjaitan yang ketiganya warga Tanjungbalai.

Atas kejadian menabrak pengendara sepeda motor itu, AKP Jodi Indrawan menuturkan, dua penumpang mobil mini bus itu melarikan diri.

“Sedangkan satu orang lagi atas nama Syahrial Panjaitan diamankan warga,” tutur AKP Jodi Indrawan.

Terkait kejadian itu, AKP Jodi Indrawan memaparkan, di lokasi kejadian, minibus tersebut melaju dari arah Kisaran menuju Kecamatan Air Joman.

Awalnya, tutur AKP Jodi Indrawan, mobil minibus itu menabrak dua sepeda motor dari arah berlawanan.

Selanjutnya, tutur AKP Jodi Indrawan lagi, diduga kurang konsentrasi dan berjalan melebar ke kanan tanpa memperhatikan situasi lalu lintas, mobil minisbus itu, kembali menabrak pengendara sepeda motor Yamaha N-Max BK-4498-TBG dan pengendara sepeda motor Honda Vario BK-4576- AFM.

etelah menabrak dua pemotor dari arah berlawanan dan diduga panik, lanjut AKP Jodi Indrawan, sopir mobil mibibus itu refleks membanting setir ke kiri hingga menyeruduk dua sepeda motor lainnya yakni Yamaha Mio BK-5740-LD dan Yamaha Vega dari arah belakang.

“Mobil minibus tersebut baru berhenti setelah terperosok ke dalam parit, tutur AKP Jodi Indrawan.

Atas kejadian itu, AKP Jodi Indrawan menegaskan, hingga saat ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa mobil minibus dan sepeda motor korban.

“Kasus ini masih ditangani. Sedangkan sopir dan seorang penumpang bus masih yang melarikan diri sedang dilakukan pencarian,” pungkas AKP Jodi Indrawan.

Untuk diketahui, berikut kelima korban yang ditabrak mobil minibus BK 7254 DN itu :

  1. Pengendara sepeda motor Yamaha Vega (tanpa nomor kenderaan), Satria (12), warga Kecamatan Air Joman, Asahan, meninggal dunia.
  2. Pengendara sepeda motor Yamaha N Max, BK-4498-TBG, Budi Prayetno (36) warga Kelurahan Siumbut-umbut, Kisaran Timur, menderita luka-luka.
  3. Pengendara sepeda motor Honda Vario BK-4576- AFM Muhammad Ismail Khaidir (37), warga Kecamatan Sei Dadap, menderita luka-luka.
  4. Pengendara sepeda motor Yamaha Mio BK-5740-LD,
    Muhammad Deli (38) warga Kelurahan Siumbut Baru, menderita luka-luka.
  5. Penumpang sepeda motor Yamaha Mio BK-5740-LD,
    Sri Wahyuni (21) warga Kelurahan Siumbut Baru, menderita luka-luka. (RED)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

“Hanya Tuhan sajalah yang bisa memperbaiki hati kita yang patah.”

banner 750x250
Bagikan ke :