PTPN II Tanjung Morawa Kembali Unjuk Kekuasaan

oleh -224 views
oleh
banner 750x250
  • Rumah Pensiunan Dibongkar Paksa

DELI SERDANG [satyabhaktionline,com] – Dengan mengerahkan personel gabungan TNI-Polri berserta pihak setempat, PTPN II Tanjung Morawa, kembali tunjukkan kekuasaannya.

Saat itu, Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 09.00 WIB, tanpa ada melakukan pemberitahuan sebelumnya, dengan menggunakan alat berat ekskavator, pihak PTPN II Tanjung Morawa membongkar paksa rumah tempat tinggal para pensiunan PTPN II Tanjung Morawa di Jalan Melati, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli.

Padahal, para pensiunan PTPN II tersebut memiliki hak menguasai dan mengusahai, termasuk hak menempati rumah yang kini telah dibongkar paksa itu.

Terkait itu, berbagai pihak menilai, penggusuran yang dilakukan PTPN II Tanjung Morawa yang membongkar paksa rumah yang ditempati para pensiunannya (PTPN II Tanjung Morawa, red) itu, merupakan pelanggaran hukum.

Dalam hal ini, dengan mengaku aktif di salah satu Lembaga Hukum, salah seorang yang tidak ingin disebutkan memaparkan, sebagi bukti hak, para pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu memiliki dokumen berupa surat penetapan rumah dinas dan surat perjanjian kerja sama, apabila Santunan Hari Tua (SHT) tidak diberikan mereka berhak menempati rumah dinas.

“Anehnya, lahan yang dalam hal ini tempat berdirinya rumah yang dibongkar paksa itu, kini berstatus lahan eks HGU,” ungkap orang yang aktif di Lembaga Hukum itu.

Sementara itu, pantauan saat penggusuran berlangsung, tampak para pensiunan PTPN II Tanjung Morawa yang rumahnya dibongkar paksa itu sempat melakukan perlawanan.

Namun, karena jumlah petugas jauh lebih banyak, usaha perlawanan para pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itupun menjadi sia-sia.

Seperti kiamat kami rasakan,” ungkap salah seorang pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu.

Menurut seorang pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu, para petugas masuk dan membongkar rumah mereka, alat berat ekskavator melaju dan merobohkan tembok rumah hingga rata dengan tanah.

Dalam hal ini, pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu mengungkapkan, tidak terlihat penyelesaian yang adil terhadap para pensiun PTPN II Tanjung Morawa.

Karena itu, untuk meminta perlindungan, pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu kembali mengungkapkan, para pensiuan PTPN II Tanjung Morawa akan mendatangi rumah dinas Gubernur Sumut.

“Kita akan bermalam disana (rumah dinas Gubernur Sumut, red),” tegas pensiuan PTPN II Tanjung Morawa itu.

Selanjutnya, infomasi lain diketahui, pembongkaran paksa atas rumah yang dudah puluhan tahun menjadi tempat tinggalnya itu membuat para pensiunan terkejut.

Saat itu, ungkap salah seorang pensiunan, para aparat keamanan yang secara spontan berdatangan dan langsung menghancurkan sejumlah rumah.

Menurut salah seorang pensiunan itu, para aparat keamanan itu datang dengan membawa dua unit alat berat untuk membongkar rumahnya.

Dengan mengaku terkejut, pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu mengungkapkan, para aparat keamanan itu datang dan langsung mendobrak pintu rumahnya.

Menanggapi pembongkaran paksa atas rumahnya itu, pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu mengungkapkan, hal tersebut dilakukan tanpa ada proses hukum dan tidak ada pemberitahuan terkait masalah pembongkaran rumah.

Orang itu (aparat keamanan, red) bergerak jam 9 tadi pagi, langsung mendobrak, bahkan rumah yang kami kunci juga didobrak, dibuka,” ungkap pensiunan PTPN II Tamora itu.

Selanjutnya sejumlah aparat langsung mengintimidasi mengusir para pensiunan untuk mengosongkan rumah yang sudah puluhan tahun menjadi tempat tinggalnya itu.

Intimidasi nya saya disuruh keluar saja. Disuruh keluar. Kalau nggak mau, dipaksa,” ungkap pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu.

Selain diusir dari rumahnya, ungkap pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu lagi, aparat keamanan itu juga langsung mengeluarkan barang-barang yang ada didalam rumah dan dimasukkan ke dalam truk yang telah didatangkan.

Selain itu, barang-barang milik pensiunan yang dikeluarkan itu, juga ada yang diletakkan dipinggir jalan.

Kini, para pensiunan PTPN II Tanjung Morawa itu hanya menatap rumahnya yang telah puluhan tahun ditempatinya itu hancur seketika. (SBO-77/RNst)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

“Diberkatilah kita yang menjalankan hidup yang sedemikian rupa dan mengakhirinya dengan mengatakan, “Aku telah melakukan yang terbaik untuk Tuhan dan untuk sesama.”

banner 750x250
Bagikan ke :