Cegah Interaksi Masyarakat, Kapolri Minta Pekerja dan Perusahaan Patuhi Aturan PPKM Darurat Melawan Covid-19

oleh -196 views
oleh
banner 750x250

SATYA BHAKTI ONLINE – Bandung | Guna mencegah interaksi masyarakat dengan menjaga mobilitas, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat, pekerja termasuk perusahaan mematuhi peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat melawan Covid-19 yang diterapkan pemerintah mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021, mendatang.

 

“Tentunya kegiatan tersebut esensinya adalah mencegah interaksi masyarakat dengan menjaga mobilitas. Semoga pembagian ini dipahami masyarakat mana yang termasuk sektor esensial dan kritikal,” tutur Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7) bersama Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto), Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) dan Kepala BNPB (Letjen Ganip Warsito).

Dalam hal ini, Kapolri menegaskan, dalam PPKM Darurat telah diatur pembagian sektor-sektor kritikal dan esensial yang diperbolehkan tetap beraktivitas dengan catatan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Di luar sektor tersebut, Kapolri kemlai menegaskan, diwajibkan untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFW).

Dalam rangka mempercepat akselerasi proses vaksinasi dengan tujuan segera terwujudnya kekebalan kelompok atau herd immunity, Kapolri mengajak elemen masyarakat baik itu organisasi masyarakat (ormas), kelompok sosial masyarakat hingga civitas akademik di seluruh perguruan tinggi untuk turut serta berkolaborasi dengan TNI-Polri.

“Semoga akhir Juli atau Agustus vaksinasi kita bisa tembus dari 1 juta. Jadi, 2 juta dosis perhari dan akan bertambah terus selanjutnya. Agar percepatan herd immunity dapat segera terlaksana,” harap Jenderal Polisi bintang empat itu.

Untuk diketahui, vaksinasi di GOR Arcamanik Bandung ini diselenggarakan oleh TNI-Polri dan Pemprov Jawa Barat yang diselenggarakan mulai 8 hingga 9 Juli 2021 dengan total target vaksinasi sebanyak 4.500 orang dari masyarakat umum yang sudah menerima dosis 1.

Adapun stok vaksin yang dipersiapkan dalam kegiatan itu, sebanyak 4.500 dosis jenis Sinovac milik Pemprov Jawa Barat dengan petugas vaksinator yang dilibatkan sebanyak  235 orang.

Usai meninjau vaksinasi,  Panglima TNI, Kapolri beserta rombongan  meninjau Pos PPKM Mikro RW 18, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, yang terdiri dari 7 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 1.408 jiwa.

Pada kesempatan itu, Kapolri menekankan soal percepatan hasil test Swab melalui RT-PCR.

Dalam hal ini, mantan Kabareskrim Polri iitu berharap empat pilar menggalakan soal testing.

Kapolri menyebut, harus ada jaringan komunikasi antara masyarakat dengan elemen empat pilar, misalnya, melalui Grup WhatsApp.

“Kecepatan tes RT-PCR harus kurang dari satu hari. Megiatan tracing juga harus diperkuat. Group WA harus lengkap selain berisi masyarakat harus ada nakes, tracer, puskesmas, TNI-Polri. Hal ini dimaksudkan supaya penanganan jika terjadi apapun bisa cepat,” pungkas mantan Kapolda Banten itu.

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

Kebahagian datangnya dari dalam hati kita, bukan dari keadaan di sekitar kita.”

 

banner 750x250
Bagikan ke :