PT IJA/JCI, Tbk-Sumatera Peduli Dan Komit Lakukan Pengamanan dan Penanganan Kerawanan Ancaman Serta Pencegahan Penularan Wabah Covid-19

oleh -300 views
oleh
banner 750x250

SATYABHAKTIONLINE.COM  [DELI SERDANG] – PT.Indojaya Agrinusa (IJA)/Japfa Comfeed Indonesia (JCI), Tbk-Sumatera sangat peduli dan berkomitmen melakukan pengamanan, penanganan serta pencegahan atas kerawanan dan ancaman penularan wabah covid-19.

Demikian diungkapkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 PT.IJA/JCI, Tbk-Sumatera (Brigjend Pol. (Purn) Drs Faisal Abdul Nasir, MH) didampingi Wakil Ketua Satgas Covid-19 PT.IJA/JCI, Tbk-Sumatera (Maria Magdalena).

Saat itu, Rabu (15/12/21) di sela-sela aktifitasnya yang juga sebagai diwakili Executive Liassion Officer di PT.IJA/JCI, Tbk-Sumatera, Brigjend. Pol. (Purn) Drs Faisal Abdul Nasir menuturkan, sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam melakukan pengamaan dan penanganan kerawanan ancaman serta pencegahan penularan covid-19, sejak dini PT.IJA/JCI, Tbk-Sumatera sudah banyak melakukan upaya yang kesemuanya itu dalam rangka memutus “mata rantai” penyebaran wabah covid-19.

“Apalagi kini dikabarkan sudah ada varian baru yakni OMICRON yang juga dikabarkan penyebaran wabahnya (OMICRON) melebihi Covid-19,” ungkap Purnawiran Polisi yang kini berkarya di PT.IJA/JCI, Tbk-Sumatera itu.

Menurut Purnawiran Polisi berpangkat “Bintang Satu” yang kini berkantor di Jalan Medan – Tanjung Morawa, KM. 12,8, Kelurahan. Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumut itu, dengan maksud sebagai pegangan dan acuan kepada seluruh staf/karyawan dan stakeholder yang ada di PT.IJA/JCI, Tbk-Sumatera, kini upaya yang dilakukan dalam rangka pengamanan, penanganan serta pencegahan atas kerawanan dan ancaman penularan wabah covid-19 itu, telah dibukukan dengan judul, “RENCANA PENGAMAAN DAN PENANGANAN KERAWANAN ANCAMAN SERTA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19”.

Adapun buku tersebut di susun oleh Tim Penyusun yakni, Syarifuddin, Saminan Ginting, Khairul Bahri, Wasdianto, M Safri, Parman, Robby K Harahap, Nurul dan dr.Aditya R Pinem.

Sedangkan Anwar Tandiono, SE yang dalam hal ini pejabat Head Of Operation-Sumatera PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera dan Rudy yang dalam hal ini pejabat Deputy Head Of Feed Medan bertindak sebagai penasehat atas buku tersebut.

Selanjutnya, Brigjend. Pol. (Purn) Drs Faisal Abdul Nasir, MH yang dalam hal ini pejabat Execitive Liassion Officer dan Ketua Satgas Covid-19 PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera dan Maria Magdalena yang dalam hal ini pejabat Head of HR & GA dan Wakil Ketua Satgas Covid-19 PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera bertindak sebagai Penanggungjawab atas buku tersebut,

Saat ditanya terkait buku tersebut, Purnawiran Polisi yang pernah menjabat Kepala BNN di Propinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) saat masih aktif di Kepolisian itu menuturkan, rencana pengamaan dan penanganan kerawanan ancaman serta pencegahan penularan covid-19 sangat penting bagi PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera.

Hal tersebut, ungkap Purnawiran Polisi yang akrab dikenal dengan nama Faisal AN itu, dimaksudkan untuk menjamin agar seluruh kegiatan operasional perusahaan (PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera, red) berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keamanan, keselamatan dan kesehatan serta kelestarian lingkungan, sebagaimana yang tertuang dan dipersyaratkan dalam UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Selain itu, tutur Faisal AN, UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Kapolri No.4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa dan Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian RI  No.4 Tahun 2020 tentang  Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019.

Dalam hal ini, dengan melihat wilayah operasional PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera yang begitu luas dan tersebar di 6 Propinsi yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepulauan Riau dan Lampung, Faisal AN menegaskan, sangat penting keseragaman yang terpusat dalam menghadapi masalah yang tersebut diatas yang intinya bertujuan agar operasial PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera berjalan dan berkembang menuju kesejahteraan bersama dengan bebas dari wabah covid-19 dan bebas dari kerawanan ancaman lainnya, seperti kerawanan dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.

Faisal AN juga menegaskan, keseragaman yang terpusat dalam menghadapi masalah yang tersebut diatas itu juga dimaksudkan untuk menghilangkan ego sektoral pada masing-masing wilayah dengan mengacu dan sesuai dengan arahan dari Pimpinan PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera.

Terkait upaya pengamaan dan penanganan kerawanan ancaman serta pencegahan penularan covid-19, Faisal AN mengungkapkan, hal tersebut sudah menjadi pedoman yang harus dilaksanakan/diterapkan di semua unit kerja yang ada di PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera.

Mengakhiri pemaparannya itu, Faisal AN menuturkan, adapun pedoman yang harus dilaksanakan/diterapkan di semua unit kerja yang ada di PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera yang dalam hal ini merupakan upaya pengamaan dan penanganan kerawanan ancaman serta pencegahan penularan covid-19 itu yakni dibidang keamanan dan pengamanan.

Selain itu, pungkas Faisal AN, bidang pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, pengelolaan dan penanganan limbah B3, air dan udara.

“Selanjutnya, pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah Covid-19,” pungkas Faisal AN.

Sementara itu, Head of HRD & GA, (Maria Magdalena) yang juga menjabat Wakil Ketua Satgas Covid-19 PT. IJA/JCI,Tbk-Sumatera menambahkan, kepedulian PT Japfa, khusunya PT Indojaya Agrinusa dalam mendukung pencegahan wabah Covid-19 sudah dilakukan sejak awal Maret 2020 dengan memanfaatkan teknologi drone untuk menyemprotkan disinfektan di berbagai titik yang ada di seluruh kantor unit di lingkungan PT Japfa, khususnya PT Indojaya Agrinusa.

“Selain itu, dengan tujuan penanganan cepat atas wabah virus Covid-19, PT Japfa, khususnya PT Indojaya Agrinusa juga menyediakan klinik dan bekerjasama dengan Team Medis (dokter, red),” pungkas Maria Magdalena. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

“Hal-hal yang hebat tidak harus dilakukan oleh orang yang hebat, melainkan oleh orang yang berdedikasi yang tinggi.

banner 750x250
Bagikan ke :