“Sedangkan penggunaan kekuatan berlebihan biasanya dilakukan saat belum dalam penguasaan negara,” ungkap Rahmat Muhammad.
Terkait kasus penyiksaan, Rahmat Muhammad menuturkan, sepanjang Juli 2020 hingga Juni 2021, KontraS Sumut mencatat mencatat ada 8 kasus penyiksaan.
“Jumlah ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya yang tercatat 9 kasus. Tentu angka ini hanya sebagian kecil kasus penyiksaan yang terjadi di Sumatera Utara,” ungkap Rahmat Muhammad.
Masih terkait kasus penyiksaan, Rahmat Muhammad mengingat, tidak semua kasus penyiksaan yang terjadi di Sumut dapat terpantau.
Untuk itu, tegas Rahmat Muhammad, pentingnya peran jurnalis dalam upaya pemantauan kasus-kasus penyiksaan di daerah.
“Salah satu output kegiatan ini ya terbentuknya tim monitoring didaerah yang digawangi oleh para jurnalis,” tutur Rahmat Muhammad.
Semantara itu, mewakili peserta diskusi, Hendrik Setiawan dari Kompas TV menyampaikan beberapa kendala yang dialami jurnalis daerah dalam meliput isu-isu HAM, khususnya dalam peliputan kasus–kasus penyiksaan yang salah satunya, terkait masih kurangnya pemahaman jurnalis mengenai isu HAM.
Disisi lain, tutur jurnalis Kompas TV itu, masyarakat juga terkadang mendukung praktek praktek kekerasan yang dilakukan oleh aparat, khususnya terhadap para terduga pelaku tindak pidana seperti narkoba.
Selain itu, peserta diskusi yang lain juga menyampaikan sulitnya para jurnalis di daerah untuk mencari narasumber yang relevan dalam mengungkap isu-isu pelanggaran HAM.
Untuk itu para peserta menyarankan agar KontraS Sumut bisa lebih terbuka pada jurnalis daerah, baik dalam hal menjadi narsumber maupun sebagai rekan diskusi.
Untuk diketahui, kegiatan diskusi bersama Jurnalis di Tanah Karo ini merupakan rangkaian dari agenda –agenda sebelumnya.
KontraS dalam beberapa tahun belakangan ini memang “concern” dalam membangun jaringan jurnalis di daerah sebagai upaya membangun relasi dalam mencari solusi penegakan HAM, khususnya di Sumut. (SBO-18/Ardi)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
Kita mungkin tidak bisa memilih bagian dalam hidup kita. Tapi, kita bisa memilih bagaimana kita menangani bagian hidup kita.”











