Dalam hal ini, berdasarkan Keppres Nomor 78 Tahun 1994 dan pada UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, tanggal 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati pula bersamaan dengan HUT PGRI atau ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia.
Lantas, bagaimana sejarah HUT PGRI yang tahun ini genap berusia ke-77 tahun dan diperingati bersamaan dengan Hari Guru Nasional?
Melansir dari laman resmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), organisasi guru di Indonesia telah ada sejak tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Adapun organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah.
Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda, mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.
Dalam hal ini, selain mengajar, kala itu tak mudah bagi PGHB untuk memperjuangkan nasib para guru pribumi yang dalam hal ini dikarenakan memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda dengan guru Belanda. ***
Jurnalis Satya Bhakti Online : Sahat Siahaan
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan : .
“Permata tidak bisa berkilau tanpa gesekan. Begitu juga manusia, tidak ada manusia yang luar biasa tanpa cobaan.”










