Selain Nasionalismenya Dipertanyakan, Oknum Kades Dan Perangkat Desa Sei Kare, Sergai Patut Diminta Pertanggungjawabannya

oleh -728 views
oleh
banner 1000x300
  • Dengan Kondisi Sobek dan Kusam, Bendera Sang “Merah-Putih” Berkibar di Kantor Desa Sei Kare, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Sergai.

Satyabhaktionline.com – SERDANG BEDAGAI | Baru-baru ini kita diramaikan dengan pemberitaan di sebuah media online yang berjudul “Dinilai Lecehkan Bendera dan Lambang Negara RI, Bendera Merah Putih Yang Sudah Sobek Dan Pudar Berkibar di Kantor Desa Sei Kare, Sergai”

Menanggapi itu, Minggu (24/10) dengan mengaku aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) “PAKAR”, Atan Gantar Gultom menuturkan, dengan berkibarnya bendera Negara (bendera “Merah-Putih”, red) yang sobek dan kusam di Kantor Desa Sei Kare, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) itu, jiwa nasionalisme dan bernegara pada seluruh oknum pegawai, termasuk oknum Kepala Desa di Kantor Pemerintahan Desa Sei Kare tersebut, patut dipertanyakan.

Selain itu, kepada Bupati Sergai, diminta untuk meninjau ulang kinerja Kepala Desa Sei Kare yang banyak lalai serta tidak kooperatif dalam menjabat sebagai kepala desa.

Menurut Atan Gantar Gultom yang mengaku menjabat Ketua Umum DPP LSM “PAKAR” itu, nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.

banner 1000x300

Rasa ini, tutur Ketua Umum DPP LSM “PAKAR” itu, sangat berhubungan dengan rasa patriotisme atau biasa disebut dengan rela berkorban.

“Rasa nasionalisme yang tidak diimbangi dengan rasa patriotisme berarti di dalam diri seseorang itu tidak sepenuhnya memiliki rasa nasionalisme,” ungkap Atan Gantar Gultom.

Atan Gantar Gultom menilai, kini nasionalisme sangat menjadi polemik di masyarakat Indonesia yang mulai kehilangan atau luntur rasa nasionalismenya yang dalam hal ini disebabkan oleh beberapa faktor misalnya, arus globalisasi yang mulai merambah luas dikalangan masyarakat.

“Hal tersebut harus dicegah dengan sungguh-sungguh,” tegas Atan Gantar Gultom.

banner 1000x200

Jika hal tersebut tidak dicegah dengan sungguh-sungguh, Atan Gantar Gultom mengkhawatirkan akan berakibat pada rasa nasionalisme atau cinta tanah air pada kalangan masyarakat Indonesia akan semakin menjadi memudar.

Terkait berkibarkan bendera Negara (bendera “Merah-Putih”, red) yang sobek dan kusam di Kantor Pemerintah Desa Sei Kera itu, selain rasa nasionalismenya telah memudar, para oknum pegawai Kantor Pemerintah Desa tersebut patut diduga telah melakukan pelecehan dan penghinaan terhadap lambang Negara.

Dalam hal ini, masyarakat setempat mengungkapkan, ada unsur kesengajakan bendera Merah-Putih yang sudah sobek dan sudah pudar warnanya itu dikibarkan di Kantor Desa Sei Kare, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Sergai.

Menurut masyarakat setempat, bendera Merah-Putih yang berkibar di halaman Kantor Desa Sei Kare itu jarang diturunkan.

Ironisnya, , sampai robek pun, bendera Merah-Putih itu tetap saja dikibarkan di Kantor Desa Sei Kare itu,“ ungkap masyarakat setempat itu.

Anehnya, ungkap masyarakat setempat itu lagi, para pegawai/perangkat Pemerintah Desa Sei Kare tidak mau tahu dan masa bodoh dengan bendera Merah-Putih yang sudah sobek dan pdar warnanya itu berkibar di halaman Kantor Desa Sei Kare itu.

banner 1000x300
Bagikan ke :