Selain itu, Presiden RI, Joko Widodo menuturkan, spektrum ancaman lain yang nyata yang menjadi tugas TNI adalah pelanggaran kedaulatan, pencurian kekayaan alam dilaut, radikalisme, terorisme, ancaman biologis, ancaman cyber dan bencana alam.
Untuk menjadi kekuatan pertahanan modern yang mampu berperan dilingkungan Regional dan global pertahanan berlapis, Presiden RI, Joko Widodo mengungkapkan, modernisasi pertahanan perlu bergeser, kebijakan belanja pertahanan berubah menjadi investasi pertahanan secara berkelanjutan dengan semangat kemandirian industri dalam negeri.
“Selamat bekerja dan mengabdi untuk Nusa dan Bangsa. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia, BERSATU, BERJUANG, KITA PASTI MENANG,” ungkap Presiden RI, Joko Widodo.
Sementara itu, usai mengikuti upacara secara virtual yang digelar terpusat di Istana Negara Jakarta itu, acara puncak peringatan di Lantamal I itu dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng secara sederhana di ruang Lobby Lantamal I.
Seperti diketahui, dalam menyambut HUT TNI ke 76, sebelumnya Lantamal I telah melaksanakan beberapa kegiatan berupa, bakti kesehatan donor darah, serbuan vaksinansi maritim, ziarah dan tabur bunga, doa bersama. (SBO-74/Usman)
Renungan :
“Saat untuk percaya, bukan hanya ketika segala sesuatunya tenang.
Saat yang paling penting untuk percaya adalah ketika badai melanda.”











