Dari Tanah Subur ke Kandang Makmur Hadir untuk Seluruh Negeri

oleh -606 views
oleh
Hadir untuk Seluruh Negeri Dari Tanah Subur ke Kandang Makmur
Hadir untuk Seluruh Negeri Dari Tanah Subur ke Kandang Makmur (FOTO : SBO/Ist)
banner 1000x300

Oleh :

Brigjen Pol (Purn) Drs. Adv. Fasial Abdul Naser, MH

JAKARTA | SATYA BHAKTI ONLINE –  Pada awal Juni 2025, Presiden RI dijadwalkan akan menghadiri panen raya jagung secara serentak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat petani.

banner 1000x300

Presiden Republik Indonesia akan hadir secara virtual, menandakan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan.

Polri, melalui gugus tugas ketahanan pangan, telah aktif menggerakkan masyarakat dan kelompok tani untuk menanam jagung, serta mendukung distribusi hasil panen.

Pemanfaatan dan pengembangan ladang jagung tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor usaha agribisnis di Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat petani menciptakan ekosistem agribisnis yang lebih kuat dan berdaya saing.

banner 1000x200

Menurut Brigjen Pol (Purn) Drs. Adv. Fasial Abdul Naser, M.H. pengamat agribisnis yang saat ini juga dipercaya sebagai Chairman Executive Liaison Staff PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk, memandang optimalisasi pengembangan sektor usaha agribisnis sangat penting guna mewujudkan program ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Pengalamannya dalam perusahaan multinasional  tersebut khususnya di bidang peternakan dan pakan ternak melihat besarnya peluang dan dukungan agribisnis sebagai motor penggerak ekonomi hijau.

Indonesia memiliki potensi agribisnis yang sangat besar dan dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau nasional.

”Agribisnis tidak hanya berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja hijau, mendukung pembangunan rendah karbon, serta mengurangi intensitas emisi nasional. Dari tanah subur ke pangan lestari untuk seluruh negeri,” ujar Faisal dalam paparannya di hadapan media pada 28 Mei 2025 di Jakarta.

Diperlukan diversifikasi produk pertanian, pemanfaatan pasar domestik yang luas, serta peningkatan ekspor sebagai peluang utama dalam pengembangan agribisnis berbasis ekonomi hijau.

”Indonesia memiliki potensi agribisnis yang sangat besar, dan mampu diarahkan untuk berorientasi pada konsep ekonomi hijau atau green economy,” kata Faisal Abdul Naser

Konsep green economy atau ekonomi hijau adalah gagasan pengembangan ekonomi yang menitikberatkan pada pertumbuhan berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

banner 1000x300
Bagikan ke :