SATYA BHAKTI ONLINE – LABURA | Begini ceritanya……….
Pekerjaan pembangunan Jembatan Sei Juragan di Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Proyek infrastruktur yang dibiayai anggaran negara itu diduga dikerjakan secara asal jadi dan disinyalir menjadi sarana memperkaya diri oknum tertentu.
Dugaan tersebut mencuat seiring munculnya berbagai temuan di lapangan terkait kualitas pekerjaan yang dinilai tidak maksimal.
Sejumlah warga sekitar menilai hasil pembangunan jembatan tidak sebanding dengan anggaran yang digunakan.
Kondisi fisik jembatan terlihat kurang rapi, mutu konstruksi dipertanyakan, serta penyelesaian proyek terkesan tergesa-gesa.
Hal ini memunculkan kecurigaan adanya pengurangan kualitas material maupun volume pekerjaan demi meraih keuntungan pribadi.
Lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek Jembatan Sei Juragan juga menjadi sorotan.
Dalam hal ini, masyarakat mempertanyakan peran pihak pelaksana, konsultan pengawas, hingga pejabat penanggung jawab kegiatan.
Jika dugaan memperkaya diri ini benar, maka proyek tersebut berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jembatan.
Atas kondisi itu, masyarakat mendesak instansi terkait, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.
Transparansi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban anggaran dinilai penting agar dugaan penyimpangan dapat diungkap secara terang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pekerjaan asal jadi pada pembangunan Jembatan Sei Juragan.
Publik berharap adanya langkah tegas agar pembangunan infrastruktur tidak dijadikan ajang memperkaya diri, melainkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

















