A. Efek samping vaksin Sinovac pada anak :
1. Nyeri lokal
Nyeri lokal adalah nyeri yang muncul di area suntikan vaksin yakni di lengan yang dalam hal ini anak mungkin akan mengalami nyeri pada bekas suntikan tersebut. Untuk meredakan gejala, orang tua bisa mengompres dengan air dingin.
- Demam
Berdasarkan uji klinis fase 1 dan fase 2 vaksin Sinovac menunjukkan anak dan remaja mengalami demam ringan setelah mendapatkan vaksin. Demam merupakan reaksi normal yang terjadi setelah pemberian vaksin. Agar kondisi anak membaik, orang tua dapat memberikan obat penurun demam pada anak agar kondisi anak membaik.
3. Batuk
Dalam hal ini, batuk diketahui dapat dialami sebagai efek samping bagi anak yang sudah divaksin Covid-19 Sinovac. Untuk mengatasi efek samping ini, beri anak obat batuk dan banyak minum air putih.
B. Efek samping vaksin Pfizer pada anak:
1. Kemerahan
Anak yang mendapatkan vaksin Pfizer diketahui dapat mengalami kemerahan pada area suntikan atau di sekitar lengan yang dalam hal ini akan hilang dengan sendirinya. Untuk meringankan gejala, orang tua bisa mengompres area ini.
- Kelelahan
Kelelahan juga mungjin dialami anak setelah vaksin Covid-19. Untuk mengatasi hal ini, ajak anak beristirahat dan berikan makanan bergizi seimbang.
3. Sakit Kepala
Sakit kepala juga dimungkinkan dikeluhkan anak setelah vaksin Covid-19. Agar efek samping segera menghilang, beri anak obat pereda nyeri dan ajak anak beristirahat.
- Menggigil
Setelah divaksin, sebagian anak juga dapat mengalami tubuh yang menggigil. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat memberikan anak selimut tebal agar tidak kedinginan.
Untuk diketahui, efek samping vaksin Covid-19 pada anak itu, umumnya akan hilang dalam 1 hingga 2 hari.
Jika efek samping berlanjut, orang tua dapat menghubungi kontak petugas kesehatan yang tertera di kartu vaksinasi atau fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Setiap anak usia 6 tahun ke atas direkomendasikan untuk segera mendapatkan vaksin karena manfaat yang besar ketimbang efek samping vaksin Covid-19. Vaksinasi dapat mencegah penularan dan gejala Covid-19 yang parah. [RED]
Editor/Publish : Antonius Sitanggang











