Alhamdulillah, ungkap Erwis lagi, dengan lahirnya Marching Band “GITA BAHANA” membawa semangat baru dan tampil lebih baik serta berprestasi.
Bahkan, ungkap Erwis lagi, dalam kegiatan sehari hari, siswa yang berasal dari daerah daerah pelosok, seperti daerah Kampung Mangkumang, Kampung Silang Empat dan Kampung Simpang Duku, malah memiliki skil bermain musik yang luar biasa.

Hal tersebut ungkap Erwis, tercipta karena kepedulian pihak sekolah yang dalam hal ini Kasek SMAN 1 Dua Koto memberikan semua fasilitas yang dibutuhkan sehingga siswa siswa bisa berkarya lebih kreatif dan luar biasa.
Gebrakan yang luar biasa dari Marching Band “Gita Bahana” itu, Rewis menegaskan, tidak terlepas dari perhatian kakak-kakak seniornya, seperti Harjoko Muslim, Very Alpen, Alpenri, Sahira Debby Julia, Zahra, Vera yang senantiasa berbagi ilmu dengan adik-adik juniornya yang tergabung dalam anggota “Gita Bahana”.
“Walaupun mereka telah terpisah karena kampus dan tempat kuliah yang berbeda, kekompakan setiap anggota tetap terjaga,” ungkap Erwis.
Terkait kunci sukses, Erwis mengungkapkan, salah satu kunci suksesnya, yakni selalu menjaga silaturahmi, menjaga kekompakan dalam persaudaraan.
Mengakhiri uraiannya itu, Erwis yang juga merupakan guru bidang seni budaya yang sangat senior di SMAN 1 Dua Koto itu menuturkan, Marching Band “GITA BUANA” mempunyai motto, “BERSATU DALAM MELODY, SEIRING SEIRAMA DALAM BERKARYA.”
“Itulah mungkin yang membuat semangat bagi para anggota Marching Band, pungkas Erwis.

Untuk diketahui, selain Marching Band SMA Negeri 1 Kecamatan Dua Koto, Group Drum Band lainnya yang ikut tampil saat perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 itu yakni, Group Drum Band/ Marching Band dari SMKN, MAN, SMPN dan SDN yang pada akhirnya Marching Band SMA Negeri 1 yang kini bernama Marching Band “GITA BUANA” itu meraih juara 1 yang dalam hal ini diniliai memiliki banyak keunggulan yakni:
- Menggunakan Field Commander dan 8 orang Mayoret,dan salah satunya selalu ada laki laki.
- Musik yang digunakan adalah musik musik terbaru dan musik tradisi daeah setempat.
- Barisan yang tetap rapi dan banyak komposisi dari anggota keseluruhan.
- Keselarasan perpaduan musik dan gerakkan.
- Keseimbangan dan keserasian setiap alat musik yang dimainkan. (***)
Penulis : Eddi Gultom
Editor/Publish : Antonius Sitanggang











