Ada Apa Dengan Polres Binjai, Para Terduga Preman Bayaran Penyerang Santri Masih Bebas Bekeliaran?

oleh -977 views
oleh
Ada Apa Dengan Polres Binjai, Para Terduga Preman Bayaran Penyerang Santri Masih Bebas Bekeliaran
Ada Apa Dengan Polres Binjai, Para Terduga Preman Bayaran Penyerang Santri Masih Bebas Bekeliaran. (FOTO : SBO/Istimewa)
banner 1000x300

Sayangnya, hingga kini belum ada penetapan tersangka, apalagi penangkapan serta penahanan terhadap para terduga pelaku.

Sementara para korban dan keluarganya masih dihantui rasa takut karena para pelaku masih bebas di luar sana.

Sikap diam Polres Binjai ini pun menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan pegiat hak asasi manusia. Mereka mendesak agar kepolisian tidak bermain mata dan segera menunjukkan keberpihakan pada keadilan.

Kini, publik menanti, “apakah Polres Binjai akan bertindak tegas sesuai hukum, atau kembali membiarkan keadilan tertunda dan rasa aman masyarakat dikorbankan?

banner 1000x300
  • Sidang Kyai Amar di PN Binjai Ricuh, Santri Dikeroyok

Sidang Kyai Amar di PN Binjai Ricuh, Santri Dikeroyok
Sidang Kyai Amar di PN Binjai Ricuh, Santri Dikeroyok. (FOTO : SBO/Istimewa)

Untuk diketahui, dengan pecahnya insiden kekerasan pecah di depan gedung pengadilan itu, usai sidang yang melibatkan pimpinan Pondok Pesantren Kulo Saketi, Kyai Muhammad Amar, Rabu (26/3/2025) sore lalu, suasana tegang mewarnai PN Binjai

Hebatnya lagi, insiden kekerasan dengan serangan brutal itu terjadi di halaman depan PN Binjai hingga ke luar jalan.

Saat insiden kekerasan itu, seorang santri bernama Muhammad Rafly (16), warga Dusun VI, Sunggal, Deliserdang, dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga dibawa oleh Textian Topan pada saat setelah sidang dilaksanakan.

Informasinya, insiden kekerasan itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB, tak lama setelah Muhammad Rafly, santri yang kini masih berusia 16 tahun itu, menghadiri sidang Kyai Amar selaku santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Kolo Saketi Binjai.

banner 1000x200

Selanjutnya, dengan tiba-tiba, sekelompok orang yang tidak dikenal yang diduga para preman bayaran itu, mengejar dan menyerangnya dengan sangat arogan dan brutal.

Aksi kekerasan terhadap santri yang masih berusia16 tahun itu sempat terekam dalam beberapa video amatir yang beredar luas di media sosial. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

Renungan :

“Dunia penuh dengan masalah. Sorga penuh dengan jalan keluar.”

banner 1000x300
Bagikan ke :