Terungkap, Dengan Motif Dendam Tidak Diberi Uang Jaga Malam, ZS alias Zul Balok Tembak Pendeta Fernando Tambunan

oleh -835 views
oleh
banner 1000x300

Terkait pemberitaan yang menyatakan dirinya (Pendeta Fernando Tambunan, red) sempat di beritakan sudah meninggal dunia karena penembakan itu, Pendeta Fernando Tambunan menegaskan, hal tersebut tidak benar.

Dengan berharap tidak ada lagi pemberitaan yang menyatakan dirinya meninggal dunia karena penembakan itu, Pendeta Fernando Tambunan menegaskan, kondisinya (Pendeta Fernando Tambunan, red) kini sudah membaik.

Selain itu, Pendeta Fernando Tambunan mengaku  dirinya juga sudah mengampuni pelaku dengan terus mendoakannya (pelaku, red).

  • Dada Pendeta Fernando Tambunan Yang Ditembak, Dibedah

Untuk diketahui, Pendeta Fernando Tambunan yang ditembak oleh orang yang sebelumnya diketahui Orang Tidak (OTK) itu, diketahui baru selesai menjalani operasi pengangkatan peluru di Rumah Sakit “Bina Kasih”, Jalan Tahi Bonar Simatupang, Medan.

banner 1000x300

Selanjutnya, usai dioperasi, peluru yang sempat bersarang di dada Pendeta Fernando Tambunan itu, dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Sumut untuk diteliti.

Demikian terungkapkan saat Kapolresta Deli serdang (Kombes Irsan Sinuhaji) memaparkan kepada awak media terkait kondisi Pendeta Fernando Tambunan yang tertembak itu.

Saat itu, Kamis 30 Juni 2022, kepada awak media, Kapolresta Deli serdang (Kombes Irsan Sinuhaji) mengungkapkan, korban (Pendeta Fernando Tambunan) menjalani operasi toraks pada bagian dadanya (Pendeta Fernando Tambunan, red) yang tertembak.

Dalam paparannya itu, Kapolresta Deli serdang (Kombes Irsan Sinuhaji) menuturkan, korban (Pendeta Fernando Tambunan) terpaksa dibawa ke rumah sakit di Medan karena rumah sakit awal tak mampu menangani luka tembak.

banner 1000x200

Sebelum dioperasi di RSU Bina Kasih, Kapolresta Deli serdang (Kombes Irsan Sinuhaji) mengungkapkan, korban (Pendeta Fernando Tambunan) sempat dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan.

Namun, ungkap Kapolresta Deli serdang (Kombes Irsan Sinuhaji), dokter spesialis bedah toraks tidak tersedia.

Kini, tegas Kapolresta Deli serdang (Kombes Irsan Sinuhaji), kini kondisi korban (Pendeta Fernando Tambunan) berangsur membaik dan polisi masih memburu pelaku yang masih melarikan diri.

Sedangkan terkait pelaku dan motif penembakan itu, mengakhiri paparannya pada Kamis 30 Juni 2022, Kapolresta Deli Serdang (Kombes Irsan Sinuhaji) menegaskan, masih didalami.

  • Kronologis Kejadian

Sementara itu, kronologis penembakan atas diri korban (Pendeta Fernando Tambunan) itu terjadi Senin 27 Juni 2022 sekira pukul 20.20 WIB saat korban (Pendeta Fernando Tambunan) bersama Norayana Purba yang dalam hal ini isteri korban (Pendeta Fernando Tambunan) sedang duduk-duduk didepan rumah usai makan malam.

Demikian terungkap Selasa 28 Juni 2022, saat Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Deli Serdang dan Inafis Polda Sumut  lakukan Olah TKP terkait kejadian adanya dugaan penembakan terhadap Pendeta Fernando Tambunan (42), warga Perumahan Victory Land Blok H-11, Dusun 3, Desa Jaharun A Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang itu.

Selanjutnya, tiba-tiba dada korban (Pendeta Fernando Tambunan) sakit dan mengeluarkan darah.

Sambil memegang dadanya, saat itu korban mengatakan kepada istrinya (Norayana Purba, red), “kena tembak aku”.

Kemudian Norayana Purba (istri korban, red) segera meminta tolong tetangga korban di sekitar rumahnya.

Mendengar teriakan istri korban yang meminta tolong, tetangga korban datang dan segera membawa korban dengan menggunakan sepeda motor ke Klinik “Kasih Ibu”  di Jln Besar Petumbukan No.392 Dusun 1 Desa Jaharun B Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang lalu kemudian dialihklan  ke RSU Amri Tambunan Lubuk Pakam guna mendapatkan perawatan  medis

Sementara itu, di hari yang sama sekitar pukul 22.30 WIB, mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut, Tim Inafis Polresta Deli Serdang yang dipimpin oleh Iptu.R.Hutagaol, SH tiba dilokasi dan dengan sigap melakukan Olah TKP. [RED]

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

“Rasakanlah penderitaan orang lain, sebelum kita menolak untuk memberikan uluran tangan.”

banner 1000x300
Bagikan ke :