“Saya berpikir dan kaji-kaji Sumatera Utara masih rangking dua terbanyak korupsinya. Mungkin ini, sebagai suatu sentakan bagi kita. Insyaallah bersama-sama kita berpikir positif,” tutur mantan Pangkostrad yang kini menjabat Gubsu itu.
Untuk itu, mantan Pangkostrad yang kini menjabat Gubsu itu mengharapkan masukan dan saran dari para wartawan dan seluruh pihak untuk ikut serta mengawasi memberikan masukan dari mulai perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan yang kemudian dilanjutkan dengan laporan dan pertanggungjawaban.
“KPK bisa masuk dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, membangun dan menghilangkan sama sekali korupsi di Sumatera Utara dan di Indonesia,” pungkas mantan Pangkostrad yang kini menjabat Gubsu itu. [RED]
Editor/Publish : Antonius Sitanggang











