Saat ditanya kemungkinan honor itu diduga di “telan” oknum Pemdes Tanjung Morawa-B atau juga tidak menutup kemungkinan honor itu diduga di “telan” oknum Kades Tanjung Morawa yang hingga kini dijabat Jefri, kader PPKBD itu menjawab, bisa saja dugaan honor itu di “telan” oleh para oknum.

Sementara itu, saat ditanya alasan hingga kini honor setahun itu belum dibayarkan pihak Pemdes Tanjung Morawa-B, kader PPKBD itu menjawab, Jefri selaku Kades Tanjung Morawa-B beralasan karena laporan administrasi yang belum selesai dan banyak bon pengeluaran yang hilang, sehingga laporannya harus di buat ulang oleh bendahara desa dengan me”makan” waktu 2 bulan hingga 3 bulan lamanya.
Saat ditanya tanggapannya soal alasan Kades Tanjung Morawa-B itu, kader PPKBD menilai, alasan Kades Tanjung Morawa-B itu, tidak masuk diakal.
“Bagaimana mungkin laporan itu, bisa hilang.., Dimana hilangnya dan siapa yang membuat hilang laporan itu?,” ungkap kader PPKBD itu.
Mengakhiri paparannya itu, kader PPKBD menilai, Jefri diakhir jabatannya sebagai Kades Tanjung Morawa-B, semakin arogan.
Dengan mengaku tidak tahu maksud dan tujuannya apa, kader PPKBD itu menuturkan, kearoganan Jefri yang kini akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Kades Tanjung Morawa-B itu dapat dilihat dari pernyataan Jefri yang menyatakan, bagi yang merasa sangat rugi, lebih baik mengundurkan diri.
Untuk diketahui, Kader PPKBD/Sub PPKBD merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk, keluarga berencana.
Hal tersebut merupakan salah satu solusi dalam upaya membangun Indonesia yang dimulai dari keluarga dengan maksimalisasi peran dan kompetensi Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang dalam hal ini adalah Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa PPKBD dan Sub PPKBD. [RED/SBO-04/SBO-06]
Editor/Publish : Antonius Sitanggang











