- Kronologi Lakalantas yang Tewaskan 6 Orang di Simalungun
SATYA BHAKTI | MEDAN –
Dari pemeriksaan terhadap sopir truk atas kecelakaan maut yang terjadi Rabu 24 Januari 2024, siang di Simalungun itu, ternyata positif mengomsumsi narkoba saat mengemudi (berkendara).
Demikian ungkap Kapolda Sumut (Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi), Jumat 26 Januari 2024 yang dalam hal ini menegaskan, selain sopir truk, Polda Sumut juga akan meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan angkutan yang mempekerjakan sopir truk sebagai bentuk penegakan hukum.
Terkait kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Jalan lintas Siantar Simalungun Km.24-25 tepatnya di Dusun Bulu Pange, Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara itu, Kapolda Sumut (Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi) menuturkan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut masih melakukan penyelidikan kecelakaan lalu lintas yang merenggut enam nyawa dan empat orang lainnya terluka ringan itu.
Atas kasus lakalantas yang dinilai karena rem blong dari truk yang menabrak beberapa kendaraan itu, Kapolda Sumut mengungkapkan, sopir truk tronton Mitsubishi Fuso BK 9957 CE yang dikemudikan Dedi Setiadi telah ditetapkan tersangka.
Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap sopir truk tronton Mitsubishi Fuso BK 9957 CE itu, Kapolda Sumut kembali mengungkapkan, ternyata sopir truk tersebut yakni Dedi Setiadi positif mengomsumsi narkoba saat mengemudi (berkendara).
Dalam hal ini, kepada seluruh pengemudi, Kapolda Sumut menegaskan, pengemudi tidak boleh membawa kendaraan dalam kondisi mabuk maupun menggunakan narkoba karena akan berdampak terhadap refleks seorang pengemudi saat membawa kendaraannya.
“Ini penting saya tegaskan dan sampaikan kepada masyarakat, asosiasi pengemudi, serta penyelenggara angkutan untuk memastikan pengemudi tidak dalam keadaan mabuk, apalagi memakai narkoba,” ungkap Perwira Tinggi Polisi berpangkat Bintang Dua itu.
- Kronologi Lakalantas yang Tewaskan 6 Orang di Simalungun
Untuk diketahui, kecelakaan maut yang terjadi Rabu 24 Januari 2024 di Jalan umum Km. 24-25 arah Pematangsiantar-Pematang Raya, tepatnya di Dusun Bulu Pange, Kecamatan Raya itu diduga karena truk bermuatan galon mengalami rem blong.
Sebelum kecelakaan terjadi, truk yang dikemudikan Dedi Setiadi itu melaju dari arah Pematang Raya menuju arah Kota Pematangsiantar.
Setibanya di lokasi, truk tersebut mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan yang ada di depannya.











