Selain honor itu, Legiman juga mengaku, dirinya bersama para penggali kubur dan bilal mayit menerima lainnya itu juga menerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan.
Terkait Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang diterimanya dari pihak Kecamatan Tanjung Morawa itu, Legiman mengungkapkan, pihak Kecamatan Tanjung Morawa mengaku, honor para para penggali kubur dan bilal mayit menerima lainnya itu sudah dipotong untuk membayar biaya Kartu BPJS Ketenagakerjaan itu.
Terkait honor yang hingga kini belum diterimanya itu, kepada pihak Kecamatan Tanjung Morawa, Legiman bersama para penggali kubur dan bilal mayit itu meminta agar segera membayarkan honor merekan, para penggali kubur dan bilal mayit itu.
Menurut Legiman, walaupun nilainya dirasa tidak manusiawi, namun, honor tersebut dinilai sangat membantu untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi para para bilal mayit dan penggali kubur tersebut di masa saat seperti ini.
Adapun para penggali kubur dan bilal mayit yang diketahuinya (Legiman, red) belum menerima honor itu, Legiman menuturkan, untuk penggali kubur ada tiga orang yakni dirinya sendiri (Legiman, red), Surip (85), Sakban (58).
Sedangkan bilal mayit yang dalam hal ini yang bertugas memandikan mayat itu, Legiman menuturkan, ada 4 orang yakni, 2 bilal laki-laki dan 2 bilal perempuan.
“Untuk bilal laki-laki yakni Kandar, Mardi, sedangkan bilal perempuan Jasmi dan Krinem,” pungkas Legiman.***
Jurnalis Satya Bhakti Online : Ilhamsyah Damanik dan Ahmad Batubara
Editor/Publish : Antonius Sitanggang














