SATYA BHAKTI ONLINE – TAPANULI SELATAN | Begini ceritanya……….
Di tengah keterpurukan akibat bencana, Brimob Polda Sumut kembali membuktikan bahwa mereka bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga penjaga harapan, pelindung masa depan, dan sahabat masyarakat di saat paling sulit.
Dengan semangat “Brimob untuk Kemanusiaan”, misi ini menjadi simbol bahwa di tengah bencana, masih ada tangan-tangan tulus yang siap mengangkat, mengantar, dan menguatkan langkah anak-anak menuju hari esok yang lebih cerah.
Untuk diketahui, di tengah luka yang masih membekas akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) waktu lali, semangat kemanusiaan terus menyala.
Dalam hal ini, di tengah keterbatasan akses dan medan yang tak mudah, anak-anak di Kecamatan Garoga tetap menyimpan harapan besar akan masa depan yang lebih baik.
Menjawab harapan itu, melalui misi kemanusiaan, Brimob Sumatera Utara (Sumut) hadir yang menyentuh langsung dunia pendidikan dan keseharian anak-anak.
Di wilayah Garoga, masa depan anak-anak kerap ditentukan bukan oleh mimpi, melainkan oleh keterbatasan akses, jarak, dan kondisi medan yang tak ramah.
Ketika pendidikan dan keselamatan perjalanan masih menjadi tantangan harian, Brimob Sumut hadir menjalankan misi kemanusiaan yang menyentuh langsung denyut kehidupan anak-anak yang kesemuanya itu menjadi potret kontras di tengah pertanyaan publik tentang sejauh mana perhatian negara terhadap hak dasar anak di wilayah terpencil.
Walaupun saat kebijakan sering berhenti di atas kertas, personel Brimob Sumut memilih turun ke lapangan mendampingi, mengamankan, dan memastikan anak-anak dapat melangkah menuju sekolah tanpa rasa takut.
Bagi anak-anak Garoga, pengawalan dan perhatian itu bukan sekadar bantuan sementara, melainkan penegasan bahwa mereka tidak dilupakan.


















