Dalam hal ini, Pak Adit tidak ingin pekerjaan itu dikerjakan dengan cara berbohong atau mengakal-akali atau dengan cara-cara di luar aturan yang kesemuanya itu agar pekerjaan itu dikatakan benar, lancar dan hebat.
Dalam menjalani kehidupan dan menjalani tugasnya sebagai personil dan pimpinan, Pak Adit menerapkan suatu prinsip, “Tidak membudayakan sikap bohong”, baik kepada atas atasan, anggota, teman atau kepada orang lain.
Pak Adit menilai, berbohong itu secara tidak langsung, juga telah membohongi diri sendiri.
Dalam hal ini, banyak cara Pak Adit untuk mengetahui apakah laporan itu benar atau tidak yang salah satunya dengan cara mengumpulkan dan mencari data dari berbagai sumber.
Apabila data-data yang dicari dan dikumpulkan itu telah valid, akurat dan tidak dapat di bantah, selanjutnya Pak Adit memanggil orang yang bersangkutan untuk menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.
Jika orang yang bersangkutan itu bertahan dengan kebohongannya itu, Pak Adit memberikan fakta- fakta yang telah disembunyikan oleh orang tersebut yang hasilnya orang yang bersangkutan itu akan “skak mat” alias “mati kutu”.”
Dari buku catatan harian Faisal Abdul Naser berjudul, “Kalau bersungguh-sungguh, Pasti Bisa!” Memimpin Ala Adityawarman yang tertulis pada halaman 75 hingga 77, tertulis dengan judul, “JANGAN BERBOHONG” tersebut, diketahui bahwa sampai di titik manapun, kebohongan adalah hal yang harus kita hindari sedini mungkin.
Apabila sebuah pekerjaan dimulai dengan kebohongan, maka untuk seterusnya, kebohongan itu akan selalu melekat pada seluruh peristiwa tersebut.
Dalam hal ini, jika masyarakat sudah dibohongi dan peristiwa kebohongan itu tidak terungkap, maka masyarakat tidak akan percaya lagi.
Dalam hal ini, jika suatu institusi “hancur” dikarenakan kebohongan, maka kepercayaan kepada institusi tersebut akan susah terbagun kembali dengan kata.
Karena itu, kepercayaan masyarakat harus diambil, dibangun dan dipertahankan.
“Semoga Allah menghindarkan kita dari perbuatan yang penuh dusta dan tipu muslihat ini. Amin,” tutur Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH mengakhiri pembicaraan rileksnya kepada Satya Bhakti Online itu.

Sementara itu, beberapa personil polisi yang pernah dipimpin Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH saat aktif bertugas di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dengan jabatan Kasat Reserse Poltabes Medan, Wakapolres Tanah Karo, Wakapolres Deli Serdang itu, dirinya (Faisal Abdul Naser, red) mengungkapkan banyak karya dan kepimimpinan yang patut diteladani dari Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH.
Sedangkan saat aktif dangan jabatan Kepala BNN Propinsi Aceh, salah seorang warga bernama Yaqin mengungkapkan, keberanian Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH saat aktif bertugas dengan jabatan Kepala BNN Propinsi Aceh juga patut menjadi teladan bagi para pimpinan Kepala BNN Propinsi Aceh lainnya.
Menurut Yaqin, dalam waktu 1 tahun lamanya, Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH saat aktif bertugas dengan jabatan Kepala BNN Propinsi Aceh telah menjerat 30 tersangka atas kasus narkoba dengan hukuman mati.
Hal tersebut, ungkap Yaqin, merupakan sejarah Institusi BNN Propinsi Aceh dalam proses hukum atas kasus pemberantas narkotika.
Menariknya, selain menjerat 30 tersangka atas kasus narkoba dengan hukuman mati itu, Faisal Abdul Naser saat aktif bertugas di kepolisian itu juga menaruh karya yang salah satunya puisi.
Tidak hanya itu saja, kebanggaan lain yang patut diteladani bagi para Purnawirawan Polisi lainnya, walaupun tidak lagi aktif bertugas di kepolisian, Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH yang kini berkarya dengan jabatan Executif Liasion Officer di PT. Indojaya Agri Nusa (IJA)/PT. Japfa Comfeed Indonesia (JCI), Tbk-Sumatera dapat berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menanam investasi di Batam guna memperluas wilayah kerja perusahaan PT.IJA/JCI, Tbk – Sumatera.
Selain itu, bersama TIM Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di PT. IJA/PT JCI, Tbk-Sumatera, Purnawirawan Polisi yang kini berkarya dan juga dipercaya menjabat Ketua Satgas Covid di PT. IJA/PT JCI, Tbk-Sumatera itu juga dinilai berhasil menekan bahkan sukses dalam melaksanakan tugasnya mensukseskan pelaksanaan Program Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19, khususnya di lingkungan kerja perusahaan PT.IJA/JCI, Tbk – Sumatera.
Selain sukses dalam melaksanakan tugasnya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19, Tim Satgas Covid di PT. IJA/PT JCI, Tbk-Sumatera dibawah kepemimpinan Brigjen. Pol. (Purn) Adv. Drs. Faisal Abdul Naser, MH juga dinilai berhasil bahkan sukses turut serta mensukseskan pelaksananan Program Pemerintah yakni Program Vaksinasi Massal khususnya di lingkungan dan disekitar wilayah kerja PT.IJA/JCI, Tbk – Sumatera. (****)
Penulis : Antonius Sitanggang
Editor/Publish : Antonius Sitanggang













