Walaupun begitu, tutur Irjen Agung Setya Imam Effendi, di tengah meluasnya arus informasi saat ini, tantangan lain dalam menghadapi pemilu juga mesti dikelola yang salah salah satunya persoalan hoaks atau berita bohong.
Menurut Kapolda Sumut (Irjen Agung Setya Imam Effendi), hoaks menimbulkan permasalahan karena bertentangan dengan prinsip kejujuran etika dan integritas.
Dengan memperkirakan, sebanyak 18 ribu media yang ada saat ini, Kapolda Sumut menuturkan, bagaimana media mengelola informasi untuk melawan hoaks dan bagaimana pula dengan media sosial dapat dikelola dengan baik.
Karena itu, Kapolda Sumut (Irjen Agung Setya Imam Effendi) meminta agar media bisa menjadi lembaga yang menyaring berita yang keliru.
Mengakhiri uraiannya itu, Kapolda Sumut (Irjen Agung Setya Imam Effendi) menuturkan, pemilu ada untuk menentukan pemimpin, karena negara perlu seorang pemimpin dan negara harus menghasilkan pemimpin melalui pemilu.
Sementara itu, hadir pada talkshow tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Budi Arie Setiadi) secara daring, Kepala Staf Kodam 1/BB (Brigjen TNI Refrizal) dan CEO Tribun Network Dahlan Dahi.
Selain itu, Ketua KPU Sumut (Arifin Siregar), Ketua Bawaslu Sumut (Suhadi Situmorang) dan anggota Dewan Pers (Paulus Agung Kristianto).
Kemudian, tim pemenangan Ganjar-Mahfud MD di Sumut (Paul Baja Siahaan), tim pemenangan Prabowo-Gibran di Sumut (Sugiat) dan tim pemenangan Anies-Muhaimin Iskandar di Sumut, (Rahudman Harahap) juga hadir pada talkshow itu. [***]
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Kita harus berarti untuk diri kita sendiri dulu sebelum kita menjadi orang yang berharga bagi orang lain.”











