Kepada polisi, RS mengaku, dirinya menggunakan uang palsu pecahan Rp. 100.000 untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Selain itu, RS juga mengaku dirinya membelanjakan uang tersebut dimalam hari agar pemilik warung tidak terlalu memperhatikan uang yang digunakan pelaku.
Atas perbuatannya itu, RS dijerat Pasal 36 Ayat (2) dan (3) dari UU RI No. 07 Tahun 2011, tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. [RED]
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Memperoleh pengetahuan bukanlah akhirnya, melainkan jalan menuju ke akhirnya. Pengetahuan tanpa tujuan merupakan alat yang merusak.”











