Satu Dari Segerombolan Pelaku Penyerangan dan Penembakan Di Dusun V, Desa Petangguhan, Galang, Disidangkan

oleh -730 views
oleh
Satu Dari Segerombolan Pelaku Penyerangan dan Penembakan Di Dusun V, Desa Petangguhan, Galang, Disidangkan
Satu Dari Segerombolan Pelaku Penyerangan dan Penembakan Di Dusun V, Desa Petangguhan, Galang, Disidangkan
banner 1000x300

Sedangkan, Feri (saksi korban) dan Rachul Inganta Barus (saksi) tetap berjalan kearah para terduga pelaku.

Kemudian, Feri (saksi korban) mendekati terduga pelaku lainnya yakni Bacin yang saat itu memegang dan mengarahkan senapan angin kearahnya (Feri, red).

Alhasil, Feri (saksi korban) dan Bacin (pelaku) pun “adu mulut” (bertengkar, red).

“Apanya kau…. Kok kayak gini kalian,” ucap Feri.

banner 1000x300

Menanggapi ucapan Feri (saksi korban) itu, sambil berkata, “Banyak kali cakap kau”, Bacinpun berjalan beberapa langkah yang kemudian menembak kepala Feri (saksi korban) tepatnya di kening.

Akibatnya, kepala (kening) Feri (saksi korban) berlumuran darah.

Merasa tidak puas, Candra (terdakwa) kembali menembak dada Feri (saksi korban) tepatnya di bawah ketiak.

Kemudian, salah seorang terduga pelaku lainnya yakni Ewin alias PS juga menembak dada Feri (saksi korban) sebelah kanan yang kesemuanya itu mengakibatkan Feri (saksi korban) kembali berlumuran darah.

banner 1000x200

Selanjutnya, untuk menyelamatkan Feri (saksi) dari keganasan gerombolan penyerangan dan kondisi Feri (saksi korban) yang sudah berlumuran darah itu, Rachul Inganta Barus (saksi) membawa Feri (saksi) ke arah kebun sawit yang ada di belakang rumah Gunawan alias Ocoy (saksi korban).

Tidak sampai distu saja, gerombolan penyerang yakni Bacin, Candra (terdakwa), Imam, Sendi, Ewin alias PS kembali menembak kearah para saksi yang sedang duduk-duduk didepan rumah Linda Nasution itu.

Dari keganasan gerombolan penyerang itu, Gunawan alias Ocoy (sakdi korban) terkena tembakan di paha.

Sementara itu, dengan membawa klewang, para pelaku penyerangan lainnya yakni, Hermanto, Ali Topan, Armayadi alias Abang dan Zailani berlari kearah para saksi yang sedang duduk-duduk didepan rumah Linda Nasution itu.

Tidak ingin menjadi korban keganasan dari para pelaku penyerangan tersebut, para saksi yang sedang duduk-duduk didepan rumah Linda Nasution itu pun berhamburan lari ke arah kebun pembibitan sawit di belakang rumah Linda Nasution (saksi) untuk menyelamatkan diri.

Selain itu, untuk mendapatkan pertolongan medis, Rachul Inganta Barus (saksi) membawa Feri (saksi korban) yang saat itu sudah berlumuran darah ke Klinik “Balbirsing” di Desa Petumbukan yang selanjutnya dirujuk Rumah Sakit (RS) “Grand Medistra” di Lubuk Pakam dan kemudian kembali dirujuk ke Rumah Sakit “Adan Malik” di Medan.

Sedangkan Gunawan alias Ocoy (saksi korban) dibawa pihak keluarga ke Klinik “Kasih Ibu” di Jaharun B yang selanjutnya di rujuk ke RS “Grand Medistra” di Lubuk Pakam.

Kemudian, mendapat kabar tentang Feri (anak Effendi, red) tertembak oleh segerombolan orang yang melakukan penyerangan, Jumat 17 Maret 2023, malam, Effendi (orang tua Feri, red) yang saat itu sedang pangkas rambut, melaporkan kejadi penyerangan dan penembakan itu ke Mapolresta Deli Serdang.

Atas laporan penyerangan dan penembakan itu, Effendi (orang tua Feri, red) menerima Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan Nomor : STTLP/B/221/III/2023/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/POLDA SUMUT. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Renungan :

“Jika kamu lahir dalam kemiskinan, itu bukan salahmu. Tetapi jika kamu mati dalam keadaan miskin, itu adalah salahmu.”

banner 1000x300
Bagikan ke :