Hal tersebut, ungkap Antonius Ketaren, dapat dilihat dari kinerja dan pelayanan pejabat Kakan BPN Sergai yang begitu cepat memproses dan menyelesaikan penerbitan sertifikan tanah milik masyarakat dan mau menghantarkan sertifikat tanah itu ke rumah masyarakat.
Namun, disaat dirinya (Antonius Ketarean, red) bertemu dengan 4 personil pegawai BPN Sergai yang saat itu sedang menunggu angkot di Amplas, Medan waktu lalu, Antonius Ketaren menuturkan, Ridwan Lubis dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sebagai Kakan BPN Sergai diketahui sering, mengancam, meyepelekan, tidak menghargai, tidak memperhatikan mereka & mengadu domba mereka (oknum pegawai BPN Sergai, red) yang kesemuanya itu berdampak, ke-4 personil pegawai BPN Sergai itu mengaku mereka tidak nyaman bekerja.
Terkait kenyaman bekerja, ungkap ungkap Antonius Ketaren lagi, ke-4 personil pegawai BPN Sergai itu mengaku, mereka (ke-4 personil pegawai BPN Sergai, red) sangat nyaman sekali bekerja disaat sebelum Ridwan Lubis menjabat Kakan BPN Sergai.
Sementara itu, dengan mengaku belum mempunyai bukti, Antonius Ketaren juga mengungkapkan adanya info lain yang belum dapat dipaparkan terkait perlakuan Ridwan Lubis yang diduga tidak pantas kepada wanita.
Walaupun begitu, mengakhiri obrolannya itu, Antonius Ketaren mengaku akan mencari bukti atas perlakuan Ridwan Lubis kepada wanita itu. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Tidak perlu menjadi pemimpin untuk disegani. Karisma dan kewibawaan diri lebih memiliki andil daripada kekuasaan.”














