Selain tampak pasrah melihat air masuk ke dalam rumahnya itu, warga juga harus “berjaga-jaga” dan tidak tidur menunggu air surut dan membersihkan rumahnya.
Sedangkan, warga lainnya dapat tidur lelap
Bahkan, hingga Selasa (2/11/21) sekira pukul 09.30 WIB, ketinggian air hingga 2 meter tak kunjung surut dan terus menggenangi rumah yang ada di wilayah itu.
Selain merusak barang-barang dan perabot rumah, warga harus mengganjal matanya agar tidak tertidur.
Kepada Satya Bhakti Online, warga mengaku, sudah bosan dengan banjir yang senantiasa melanda rumahnya itu.
Dalam hal ini, warga mengaku sangat menyayangkan pihak pemerintah setempat yang seolah menutup mata dan telinga atas banjir rutin ini.
Menurut beberapa warga, kondisi banjir itu, diperparah dengan sistem drainase yang tidak berfungsi baik.
“Diperkirakan, banjir akan terus terjadi, apabila sistem drainase yang ada, tidak diperbaiki,” ungkap seorang warga.
Padahal, ungkap warga setempat, untuk membebaskan masyarakat Dusun 3, Desa Tamora-B, khususnya warga Jalan Karya Dharma Gang Romantis, dari banjir yang hingga kini masih menghantui itu, dipastikan pintu-pintu air yang ada di sepanjang saluran air harus dibongkar. (Tim-SB04/06)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Gelak tawa adalah obat untuk hati.”











