Terkait pelaksanaan program ini, Kepala Lapas Kelas IIA Salemba itu mengungkapkan, warga binaan dibekali pelatihan teknis mulai dari penyiapan telur, pengoperasian mesin penetas, perawatan anakan ayam, hingga manajemen pakan dan pemasaran.
“Kami ingin para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat, khususnya di bidang peternakan ayam kampung yang bernilai ekonomis tinggi,” ujarnya.
Mengakhiri paparannya itu, Muhammad Fadil menegaskan, Lapas Kelas IIA Salemba terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan yang berkualitas kepada warga binaan, sehingga mereka dapat menjadi mandiri dan produktif setelah bebas dari lapas.
Untuk diketahui, program ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak sebagai bentuk inovasi pembinaan yang berdampak positif.
Diharapkan, selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga dapat menjadi peluang usaha bagi warga binaan pasca pembebasan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi lapas-lapas lain dalam mengembangkan program pembinaan yang inovatif dan produktif.
Sementara itu, warga binaan yang mengikuti program ini, tampak antusias dan berharap dapat mengembangkan keterampilan mereka setelah bebas. (red)
Editor/Pubish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Jangan menunda berbuat baik.”



















