Selain itu, soal tanah timbun yang dalam hal ini Ketua Pembina YP Gema Bukit Barisan (Johan Alexander Ferdinandus) juga dinilai menaruh curiga atas pekerjaan pengadaan tanah timbun yang menelan dana senilai Rp.14 juta.
Untuk diketahui, selain sarat masalah, pengelolaan Dana BOS di SMK Gema Bukit Barisan, Tamora diduga menjadi ajang memperkaya diri para oknum, yang diduga oknum Kepala Sekolah (Kasek) bersama antek-anteknya.
Sayangnya, saat awak media ini mengkonfirmasi dan mengklarifikasikan hal tersebut, Kasek SMK Gema Bukit Barisan Tanjung Morawa (Siswadi, ST) tidak dapat ditemui di temui di sekolah yang dipimpinnya itu.
Dalam hal ini, untuk TA 2022, SMK Gema Bukit Barisan Tanjung Morawa telah menerima Dana BOS sebanyak 3 tahap yang keseluruhannya berjumlah sekira Rp.315.426.000.
Sementara itu, para siswa diwajibkan setiap bulannya membayar uang sekolah yang kini disebut dengan uang komite senilai Rp.155 ribu.
Terkait jumlah keseluruhan siswa SMK Gema Bukit Barisan Tanjung Morawa secara faktual diketahui, berjumlah 261 siswa.
Sedangkan secara non-faktual, jumlah keseluruhan siswa SMK Gema Bukit Barisan Tanjung Morawa diketahui, berjumlah 291 siswa. (Tim)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang












