SBO | TANJUNG MORAWA (DELI SERDANG) – Sepertinya, sudah menjadi kebiasaan dalam dunia pendidikan, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jadi sasaran empuk bagi oknum kepala sekolah (kasek) untuk melakukan penyelewengan dana.
Kini, satu diantara yang ada, diduga salah seorang pejabat Kasek Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah naungan sebuah Yayasan Pendidikan (YP) di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang memanfaatkan Dana BOS jadi aset memperkaya diri.
Sayangnya, saat awak berita ini mengkonfirmasi dan mengklarifikasi hal tersebut melalui pesan WhatsApp (WA), Kasek SMK yang dibawah naungan YP Gema Bukit Barisan itu, tidak menjawab alias bungkam.
Sementara itu, salah seorang yang tidak ingin namanya disebutkan menuturkan, berdasarkan pantauan dirinya, banyak sekali ditemukan kejanggalan atas pengelolaan dan pengeluaran anggaran Dana BOS yang jumlah nilainya diluar logika.
Salah satunya, orang yang aktif di sekolah YP Gema Bukit Barisan itu, dapat dilihat dari pengadaan/pembuatan kerangkeng Air Conditioner (AC) yang menelan dana hampir Rp.4 juta.
Terkait kewenangan Siswadi, ST selaku Kasek SMK Gema Bukit Barisan, orang yang aktif di sekolah YP Gema Bukit Barisan itu menuturkan, kepala sekolah dilarang menjadi pelaksana pengerjaan pengadaan/pekerjaan yang dananya dari Dana BOS yang artinya, kepala sekolah hanya mengawasi pengerjaan pengadaan/pekerjaan itu yang kesemuanya itu ditegaskan Ketua Pembina YP Gema Bukit Barisan (Johan Alexander Ferdinandus).
Hal tersebut terungkap pada rapat yang digelar Rabu 1 Maret 2023 lalu.
Saat rapat tersebut terungkap Pembina YP Gema Bukit Barisan (Johan Alexander Ferdinandus) kecewa dan dinilai menaruh curiga kepada Kasek Gema Bukit Barisan yang dijabat Siswadi itu.
Pasalnya, saat rapat itu, Kasek Gema Bukit Barisan (Siswadi, ST) tidak dapat menampilkan/menunjukkan data akurat tentang pertanggungjawabannya (Siswadi, red) kepada para pihak yang ada di YP Gema Bukit Barisan, khususnya kepada Ketua Pembina YP Gema Bukit Barisan (Johan Alexander Ferdinandus).
Sementara itu, Ketua Pembina YP Gema Bukit Barisan (Johan Alexander Ferdinandus) menilai banyak melihat kejanggalan-kejanggalan dalam laporan tertulis pengeluaran Dana BOS untuk Tahun Anggaran (TA) 2022 yang salah satunya soal pengerjaan pengadaan Perpustakaan Digital yang dananya menelan Rp 30 juta.












