Melihat kondisi B yang saat itu dalam kondisi lemas, wargapun langsung mengantarkan B kerumah Peni Elisa yang selanjutnya, Kamis 5 Oktober 2023, B diantarkan Peni Elisa ke rumah Rani (Uwak B, red).
Sekira pukul 10.00 WIB, setibanya dirumah Rani, Uwak B (Rani, red) sempat bertanya kepada B tentang peristiwa dan kondisi yang dialaminya (korban B, red) itu.
“Kenapa kau nak, siapa yang bikin kau begini”, tanya Rani kepada Balqis.
Menjawab pertanyaan Uwaknya (Rani, red) itu, B menjawab, “Mulutku dilakban, kepalaku dipukuli dan pinggang ku di tunjang, aku sakit kalau kencing, Bu”
“Siapa yang melakukannya nak”, tanya Rani lagi kepada B.
Namun sebelum sempat B menjawab pertanyaan Uwaknya (Rani, red) itu, B kejang-kejang yang selanjutnya Rani langsung membawa B ke RS Haji Medan didamping dengan warga.
Namun Tuhan berkehendak lain.
Di RS Haji Medan, B, bocah perempuan berusia 8 tahun itu menghembuskan nafas terakhir dan dinyatakan doker telah meninggal dunia.
Atas meninggalnya B karena diduga dianiaya secara tidak manusiawi itu, aparat kepolisian diminta segera mengusut kematian B dan menangkap terduga pelakunya. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Jika kau mundur, berarti kau lemah. Jika kau menghindari, berarti kau yang salah. Jika kau lari, berarti kau pengecut. Jadilah manusia yang berani untuk menghadapi masalah.”











