Bentuk Kekebalan Komunal, PT IJA/JCI Medan Kembali Gelar Vaksinasi

oleh -719 views
oleh
banner 1000x300

Selain itu, Anwar Tandiono kembali mengungkapkan, dirinya juga bertanya kepada beberapa peserta vaksinasi yang hasilnya vaksinasi tidak mengalami banyak kendala, prosesnya berjalan lancar kecuali yang berkaitan dengan persyaratan medis seperti tekanan darah yang terlalu tinggi, atau misalnya ada penyakit-penyakit lainnya yang tidak dibolehkan..

“Tapi secara umum proses vaksinasinya berjalan sangat lancar,” ungkap Anwar Tandiono.

Tidak hanya itu saja, Anwar Tandiono juga mengungkapkan, dirinya mengimbau panitia kegiatan vaksinasi agar selalu menaati protokol kesehatan (prokes) yang ketat, khususnya terkait dengan kerumunan peserta vaksinasi yang tiap sesi bisa mencapai puluhan orang dalam satu waktu.

banner 1000x300

“Jangan berkerumun. Saat ini kita ingin menciptakan kekebalan komunal, makanya kita lakukan vaksinasi,” pungkas Anwar Tandiono mengulang himbauannya kepada panitia kegiatan vaksinasi itu.

Untuk diketahui, sebelumnya GM PT IJA/JCI Medan, Anwar Tandiono, SE mengungkapkan, guna mendukung Program Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 yang hingga kini masih mewabah, PT IJA/JCI Medan perketat aturan Protokol Kesehatan (Prokes) hingga tidak ada (“zero”) pelanggaran Prokes dan kebijakan-kebijakan pimpinan perusahaan yang kesemuanya itu akan dijadikan sebagai langkah signifikan untuk menyediakan energi baru di era normal baru.

Guna mencegah penularan wabah Covid-19 serta menjaga agar roda bisnis perusahaan tetap berjalan, Anwar Tandiono yang saat itu didampingi Executive Liasion Officer, Brigjen Pol (Purn) Drs Faisal Abdul Nasir, MH menegaskan, perubahan perilaku dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menjalankan aktivitas normal, sangat diperlukan agar tetap produktif, sehat, dan aman.

Pada kesempatan itu, Executive Liasion Officer, Brigjen Pol (Purn) Drs Faisal Abdul Nasir, MH menambahkan, PT IJA/JCI Medan bertekad dan konsisten mensukseskan program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 yang hingga kini masih mewabah. (red)

banner 1000x200

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

banner 1000x300
Bagikan ke :