Ditangkap Polisi, Pelempar Bus Sartika Di Batubara Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

oleh -857 views
oleh
Foto : Dengan mengenakan pakaian berwarna orange, ES (30) otak pelaku dan BFS (20) eksekutor aksi pelemparan bus Sartika BK-7285-DP di Kabupaten Batubara ditangkap personil Polda Sumut.
banner 1000x300
  • Modus, dendam kepada pemilik bus

Satyabhaktionline.com | Medan – Akhirnya, polisi meringkus terduga pelaku atas kejadian pelemparan terhadap Bus Sartika terjadi Jumat (29/4) lalu yang mengakibatkan seorang  pelajar penumpang bus tersebut meninggal dunia akibat terkena lemparan batu koral.

Atas perbuatan terduga pelaku atas kejadian pelemparan terhadap Bus Sartika itu, polisi menerapkan pasal berlapis terhadap pelaku, yakni Pasal 355 ayat (2) subsider Pasal 353 ayat (3) Subs Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Adapun para terduga pelaku pelemparan terhadap Bus Sartika bernomor polisi BK-7285-DP itu diketahui berinisial ES (30) yang dalam hal ini merupakan otak pelaku dan BFS (20) yang dalam hal ini merupakan eksekutor pelemparan terhadap Bus Sartika itu.

Demikian terungkap saat Direktur Reskrimum Polda Sumut (Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja) dalam keterangannya di Mapolda Sumut, Senin (09/05) di Mapolda Sumut.

banner 1000x300

Didampingi Kabid Humas Polda Sumut (Kombes Pol Hadi Wahyudi), Direktur Reskrimum Polda Sumut itu memaparkan, akibat kejadian pelemparan itu, seorang pelajar penumpang Bus Sartika meninggal dunia karena terkena lemparan batu koral.

Dalam paparan itu terungkap, pelemparan itu terjadi dikarenakan ES dendam terhadap pemilik bus angkutan umum (Bus Sartika, red) itu yakni Ratna Savitri Pasaribu.

Adapun dendam ES itu dikarenakan Ratna Savitri Pasaribu tidak mengganti biaya perbaikan Bus Sartika, saat  ES bekerja sebagai sopir.

Selanjutnya,  ES yang menaruh dendam kepada pemilik Bis Sartika (Ratna Savitri Pasaribu, red) itu, menyuruh BFS untuk melakukan pelemparan terhadap Bus Sartika itu.

banner 1000x200

Terkait penangkapan atas terduga pelaku pelemparan Bus Sartika itu terungkap, tersangka ES warga Desa Siparepare, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara ditangkap petugas tidak berapa jauh dari kediamannya.

Sedangkan, BFS warga Sei Suka, Kabupaten Batubara diringkus di Kota Pematang Siantar.

Dalam hal ini, karena mencoba melawan petugas, tersangka eksekutor BFS terpaksa diberikan tindakan tegas terukur (ditembak, red) di bagian kaki kanannya.

banner 1000x300
Bagikan ke :