Menurut Yuni Yelfi, pembangunan jalan dimaksudkan untuk mempermudah akses masyarakat, baik yang datang, maupun yang akan bepergian.
“Selain itu, pembangunan jalan juga dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian mereka,” pungkas Yuni Yelfi.
Anehya, wilayah kampung pedalaman yang hingga kini belum tersentuh pembangunan dan belum ada penerangan listrik itu, masyarakatnya dapat berkomunikasi dengan telepon selular atau handphone dan memasasng wifi.
Hal yang sama juga diungkapkan Adi Arman, seorang tokoh masyarakat Sigalabur kepada Satya Bhakti Online.
Sementara itu, Selasa 6 September 2022, melalui WhatsApp, saat ditanya Satya Bhakti Online terkait rencana Kapolres Pasaman, AKBP Dr Fahmi Reza memasukkan listrik gratis kekampung pedalaman tersebut, Camat Dua Koto, Budhi Wahyu Satria, SIP tidak memberikan penjelasan.
Untuk diketahui, jorong atau Korong adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia yang berkedudukan di bawah Nagari yang mencakup semua wilayah itu.
Secara umum, Nagari di Sumatera Barat merupakan sekumpulan Jorong/Korong yang dipisahkan oleh sungai, persawahan, ladang, kebun, atau hutan. Nagari mencakup semua wilayah ini.
Sementara itu, orang yang memimpin Jorong/Korong disebut sebagai Kepala Jorong, Wali Jorong atau Wali Korong.
Dalam hal ini, istilah jorong atau Korong tersebut, kembali digunakan di Provinsi Sumatra Barat yang dalam hal ini, khusus di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, menggunakan istilah korong.
Dalam hal ini, Kecamatan Dua Koto adalah salah satu kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman dan hanya mempunyai dua kanagarian, yakni Nagari Cubadak dan Nagari Simpang Tonang yang dipimpin Camat yakni Budhi Wahyu Satria, SIP.
Adapun Nagari Cubadak dimekarkan menjadi 3 nagari yaitu :
- Nagari Cubadak yang dalam hal ini merupakan nagari induk.
- Nagari persiapan Cubadak Tengah.
- Nagari persiapan Cubadak Barat.
Di Nagari Persiapan Cubadak Barat, ada tiga kejorongan yakni Sigalabur, Sunuangon dan Batang Kundur yang kondisi wilayahnya belum tersentuh pembangunan dan belum masuk listrik hingga 77 tahun Indonesia merdeka.
Sedangkan di Sungai Beremas yang berada di Kejorongan Sigalabur, dihuni 100 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 458 jiwa yakni 261 perempuan dan 197 laki laki.
Sedangkan di Kejorongan Sunuangon, dihuni 59 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 225 jiwa yakni, 108 wanita dan 117 laki laki.
Selanjutnya, di Kejorongan Batang Kundur, dihuni 60 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 256 jiwa yakni, 127 perempuan, dan 119 laki laki.
Adapun seluruh warga yang tinggal di ketiga jorong tersebut, pada umumnya merupakan masyarakat petani.
Sedangkan di Kejorongan Batang Kundur, dua orang bekerja sebagai guru berstatus Aparatur Sipil Negera atau ASN dan di Kejorongan Sinuangon, ada satu dua orang berkerja sebagai guru berstatus ASN.
Sementara itu, jarak tempuh dari kantor Kenagarian Persiapan Cubadak Barat yang berada di Silang IV menuju ke Kejorongan Batang Kundur, sejauh 22,5 kilometer.
Sedangkan jarak tempuh dari kantor Kenagarian Persiapan Cubadak Barat yang berada di Silang IV menuju ke Kejorongan Sunuangon sejauh 20 kilometer.
Selanjutnya, jarak tempuh jarak tempuh dari kantor Kenagarian Persiapan Cubadak Barat yang berada di Silang IV menuju ke Kejorongan Sigalabur, sejauh 15 kilometer. (***)
Penulis : Eddi Gultom
Editor/Publish : Antonius Sitanggang.











