“Ditengah pandemi Covid-19, saat ini, kemana lagi warga pinggir rel yang terkena penggusuran akan tinggal. Untuk mencari sewa rumah saja saat ini sulit dan mahal. Kalaupun ada yang kembali pulang ke kampung halamannya karena situasi covid-19, saat ini tidaklah mudah, jadi mau kemana lagi nanti warga tersebut akan tinggal,” ungkap seorang warga yang tidak igin namanya dituliskan itu.
Sementara itu, beberapa warga yang terkena penggusuran itu meminta dan berharap agar Pemko Medan menyediakan rumah susun mereka (para warga, red) yang terkena penggusuran itu.
Sedangkan dari hasil penelusuran diketahui, korban penggusuran tersebut adalah warga kota Medan yang dalam hal ini dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga yang ada pada warga tersebut. ***
Jurnalis Satya Bhakti Online : Hoa Seng
Editor/Publish : Antonius Sitanggang











