Sebuah Catatan Masalah Kejahatan Geng Motor

oleh -904 views
oleh
Geng Motor (Ilustrasi)
banner 1000x300

Akibatnya, sejumlah warga menderita terkena bacokan senjata tajam yag dilakukan para kawanan geng motor itu.

Selain itu, dengan aksi brutalnya, para kawanan geng motor itu juga  membakar sejumlah sepeda motor dan beca bermotor (bettor) milik warga serta merusak hingga memecahkan kaca kendaraan angkot yang melintas di kawasan itu.

Untungnya, aparat kepolisian segera turun ke lokasi kejadian guna mengamankan dan mengantisipasi situasi agar tidak memuncak.

Dalam hal ini, diperkirakan hingga seratusan personil gabungan dari Polsek Medan Tembung dan Polrestabes Medan turun ke lokasi kejadian.

banner 1000x300

Tampak Kapolsek Medan Tembung (Kompol Jhonson M.Sitompul SH, MH) dan Kapolresta Medan (Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun) juga turun ke lokasi kejadian.

Sementara itu, informasi di lokasi kejadian, warga menduga, aksi brutal para kawanan geng motor itu dipimpin Kadus 3, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.

Sedangkan sebelumnya tepatnya Kamis  20 Juni 2024, dengan membawa senjata tajam berupa kelewang, sekelompok kawanan geng motor yang diperkiran berjumlah seratusan itu, berkeliaran di kawasan Jalan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Adapun seratusan anggota geng motor yang diduga atas suruhan oknum bayaran kelompok mafia itu juga datang menyerang warga saat para warga bergotong royong untuk mendirikan kawasan pemukiman di lahan yang telah lama dikuasi dan diusahai para warga itu.

banner 1000x200

Atas kejadian itu, para warga pun spontan berkumpul dan mencoba melakukan perlawanan.

Untungnya, aparat kepolisian datang tepat pada waktunya, sehingga kejadian penyerangan itu tidak menelan korban jiwa.

Sedangkan kelompok anggota geng motor bersenjata kelewang yang membuat onar dan menyerang warga di Kawasan Jalan Selambo, Desa Amplas itupun terbirit-birit melarikan diri.

Dalam hal ini, warga menilai, seratusan anggota geng motor bersenjata kelewang yang membuat onar di wilayah di Kawasan Jalan Selambo, Desa Amplas itu merupakan orang suruhan yang diduga oknum bayaran dari kelompok mafia tanah.

Untungnya, berkat kesigapan aparat kepolisian yang saat itu datang tepat pada waktunya, kejadian penyerangan itu tidak menelan korban jiwa.

Selanjutnya, atas kejadian itu, aparat kepolisian yang turun ke lokasi kejadian, mengamankan anggota kelompok geng motor untuk diproses hukum.

Namun, warga menilai, proses hukum atas diri para anggota geng motor yang diamankan atas kejadian itu, tidak berujung.

Akibatnya, aksi brutal para kawanan geng motor yang diduga atas suruhan pihaak tertentu itu, kembali terjadi, Senin 16 September 2024 siang. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

Kunjungi dan  klik You Tube SATYA BHAKTI ONLINE :

Jangan lupa Share, Koment dan Tekan Tombol Like, Subscriber serta Tanda Lonceng agar dapat berita yang terupdate setiap hari.

Terima Kasih.

 

Renungan :

” Jangan pernah takut menghadapi masa depan, hadapi lalu perjuangkanlah masa depan itu.”

banner 1000x300
Bagikan ke :