,

Lakukan Kekerasan Dan Intimidasi Kepada Masyarakat, Pihak TPL Dinilai Sudah Tidak Manusiawi

oleh -402 views
oleh
Lakukan Kekerasan Dan Intimidasi Kepada Masyarakat, Pihak TPL Dinilai Sudah Tidak Manusiawi
Lakukan Kekerasan Dan Intimidasi Kepada Masyarakat, Pihak TPL Dinilai Sudah Tidak Manusiawi. (Foto : SBO/Ist)
banner 1000x300

SATYA BHAKTI ONLINE | MEDAN —

Begini ceritanya……….

Gelombang kecaman terhadap pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) terus menguat, setelah muncul dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan tersebut.

Warga menilai tindakan yang dilakukan oleh pihak keamanan maupun oknum yang diduga berafiliasi dengan TPL sudah melewati batas dan tidak manusiawi.

banner 1000x300

Baca Juga :

Antara Kekuasaan, Kewenangan, dan Peraturan dalam Proses Hukum

 

Sejumlah masyarakat yang menjadi korban mengaku mendapat perlakuan kasar saat mencoba mempertahankan lahan yang selama ini mereka garap turun-temurun. Mereka menuturkan, tindakan intimidatif dan represif yang dilakukan membuat warga merasa takut dan tertekan.

banner 1000x200

“Kami hanya ingin mempertahankan tanah kami. Tapi yang kami terima justru kekerasan dan ancaman,” ungkap salah seorang warga dengan nada penuh emosi.

Demikian terungkap saat ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Batak Gerakan Tutup Toba Pulp Lestari (TPL) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Utara, Senin (6/10/2025) sore.

Adapun aliansi ini terdiri dari sejumlah organisasi, antara lain Horas Bangso Batak (HBB), Lamtoras (Sihaporas), KSPPM, AMAN Tano Batak, Persaudaraan 98, Generasi Muda Batak, Napos Angkola, Masyarakat Angkola Timur Tapsel, Natinggir, Natumingka, dan Masyarakat Batak Bersatu.

Dalam orasinya itu, Koordinator Aksi dari HBB (Aria Angkola) mengungkapkan masyarakat mengalami berbagai bentuk kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh pihak TPL melalui orang-orang suruhan mereka.

Sementara itu, salah seorang korban, Putri Ambarita, turut menyampaikan kesaksiannya yang dalam hal ini mengungkapkan tindakan dari Pihak TPL dinilai sudah tidak manusiawi.

Menurut Putri Ambarita, dirinya dan adiknya yang disabilitas dianiaya.

banner 1000x300
Bagikan ke :