Namun, masyarakat diminta untuk menyingkirkan pentas yang didirikan di tengah jalan itu, karena jalan itu diperuntukkan untuk kepentingan umum seperti kepentingan untuk menghantarkan orang sakit.
“Jadi, bagaimana mungkin kendaraan yang membawa orang sakit bisa lewat, kalau jalan itu di tutup,” ungkap salah seorang pejabat yang tergabung dalam forkompincam Tanjung Morawa itu.
Namun, permntaan untuk menyingkir pentas yang didirikan di tengah jalan itu, ditolak warga.
Alasannya, mereka tidak mau lagi dibohongi.
“Jalan kami harus diaspal,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pertemuan itu.
Selanjutnya, warga lain yang juga ikut dalam pertemuan itu menuturkan,pentas itu dapat kami singkirkan, kalau ada pihak yang bisa menjamin dan bertanggungjawab jalan kami ini segera di aspal.
Menanggapi itu, setelah menunggu beberapa lama, pihak forkompincam Tanjung Morawa pun menghadirkan Dinas Pekerjan Umum (PU) Deli Serdang yang diwakili Sekretaris Dinas (Suparno) dan UPT Dinas (Effendi Siregar).
Dalam hal ini, Sekretaris Dinas PU Deli Serdang (Suparno) bersedia sebagai penanggungjawab atas pengaspalan jalan yang dituntut warga itu.
Menurut Suparnao, pengaspaslan itu akan dikerjakan sekira Juni 2025 sepanjang 1,5 kilometer.
Terkait nama dan nilai dana pekerjaan pengaslan jalan itu, Suparno menuturkan, pekerjaan pengaspalan jalan itu adalah pekerjaan pemeliharaan berkala yang pagu anggaran dananya senilai Rp.2.004.000.000.
Dalam pekerjaan pengaspalan jalan itu, Suparno menegaskan, tidak seluruhnya jalan yang dimaksud akan diaspal, tetapi hanya jalan yang dinilai rusak saja yang diaspal.
Sedangkan jalan yang dinilai masih bagus, tidak diaspal,” ungkap Suparno.
Akhirnya, setelah mendengar paparan dan kesediaan Suparno sebagai penanggungjawab atas terlaksananya pengaspalan jalan itu serta penandatangan surat kesepakatan, wargapun bersedia membongkar pentas yang didirikan ditengah jalan itu.
Selanjutnya, wargapun mengakhiri aksi unjuk rasa itu.
Walaupun begitu, warga menegaskan mereka akan terus memantau dan tidak segan melakukan aksi lanjutan jika janji tersebut kembali dilanggar. (red)
Simak terus breaking news dan berita SATYA BHAKTI ONLINE langsung di ponselmu.
dan
https://www.youtube.com/channel/UCda_FtKirtBBUgosEpJJFcw
Jangan lupa Share, Koment dan Tekan Tombol Like, Subscriber serta Tanda Lonceng agar dapat informasi/berita yang terupdate setiap hari.
Terima Kasih.
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
Kesulitan yang sebenarnya ialah mengatasi caramu berpikir mengenai diri kamu sendiri.













