Kemudian, atas laporan orang tua yang merasa kehilangan anak itu, Kepala Desa (Kades) Sukarame Baru (Zaini) mencoba cari informasi ke pihak Polsek Kualuh Hulu.
Hasilnya, ternyata anak orangtua yang diborgol dan disekap Manager Security PT Graha Dura itu, sudah berada kantor polisi dengan diantar Manager Security PT Graha Dura.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran tim awak media, DS dan BP tinggal di rumah yang keadaannya sangat memperihatinkan.
Ironisnya, rumah itu tampak sudah hampir tumbang yang kesemuanya itu dikarenakan dari faktor ekonomi yang lemah yang mengakibatkan anak-anak tidak terkendali untuk kebutuhan untuk pribadinya.
Menurut warga sekitar, salah seorang dari anak itu kemungkinan akan putus sekolah karena tidak mampu ekonomi orangtuanya.
Dalam hal ini, warga menilai kedua anak itu perlu dibantup pihak perusahaan melalui CSR atau bina lingkungan.
Selain itu, warga berharap, pihak perusahaan juga dapat melakukan bedah rumah orangtua anak tersebut.
Atas perlakuan Manager Security PT Graha Dura yang memborgol dan menyekap anak yang saat itu mengutip brondolan sawit busuk di dalam paret bekoan Perkebunan PT Graha Dura itu, berkomentar akan melakukan protes. (TIM)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang











