SATYA BHAKTI ONLINE | MEDAN –
Begini ceritanya……….
Tidak ada toleransi bagi personel yang melakukan penyimpangan atau kontra produktif dalam pelaksanaan Ops. “Zebra Toba 2025”.
Demikian ditekankan Kapolda Sumut (Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto) dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Sumut (Brigjen Pol. Rony Samtana) saat meminpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kewilayahan “Zebra Toba 2025”mewakili Kapolda Sumut (Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto).
Saat itu, Senin (17/11/2025) di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Lilin 2025, Kapolda Sumut dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Sumut itu mengungkapkan, Apel gelar pasukan itu bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta penguatan sinergi lintas sektoral yang kesemuanya itu penting dalam pelaksanaan operasi yang humanis dan transparan sejalan dengan Reformasi Polri.
Untuk itu, Kapolda Sumut dalam amanatnya itu menekankan tidak ada toleransi bagi personel yang melakukan penyimpangan atau kontra produktif.
Terkait pelaksanaan Operasi Zebra 2025, Kapolda Sumut dalam amanatnya itu menegaskan soal penegakan hukum dengan mengedepankan ETLE serta penindakan secara modern.
Sedangkan terkait pelanggaran tertentu, Kapolda Sumut dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Sumut itu kembali menegaskan, cukup diberikan teguran, selama masih dapat dibina.
“Saya tegaskan, jangan sampai tindakan yang tidak sesuai prosedur mencederai kepercayaan publik dan menghambat tujuan mulia operasi,” tegas Kapolda Sumut dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Sumut itu.
Dalam hal ini, Kapolda Sumut dalam amanatnya itu kembali menegaskan, seluruh kegiatan harus sesuai SOP, mulai preemtif, preventif, hingga penindakan.
Karena itu, dengan tujuan meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat Sumut, Kapolda Sumut mengajak seluruh personel untuk menjadikan pelaksanaan operasi sebagai momentum mendekatkan diri kepada masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan.
“Mari kita wujudkan operasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas adalah wujud nyata pengabdian kita kepada bangsa dan Negara,” ungkap Kapolda Sumut dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Sumut itu.
Sementara itu, dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda Sumut terungkap bahwa, walaupun terjadi perbaikan dibanding tahun sebelumnya, potensi kerawanan situasi keamanan dan keselamatan lalu lintas di Sumut, tetap tinggi.
















