Menurut Baharuddin, dengan kegiatan tersebut, para seniman dapat menjadi perpanjangan tangan Polri dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat yang saat ini masih dalam menghadapi situasi pandemi covid-19.
“Selama ini, masyarakat mendapatkan himbauan melalui media sosial (medsos). Tapi, kali ini dengan cara yang lebih efektif yakni dengan mural yang harapannya masyarakat dapat langsung mengerti dan mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga covid-19 di Indonesia,” ungkap Baharuddin.
Adapun kegiatan tersebut, tutur Baharuddin, diikuti sebanyak 54 tim terbaik dan diseleksi hingga 18 tim yang selanjutnya kembali diseleksi menjadi 5 tim untuk dikirim ke Mabes Polri, Jakarta guna dilakukan seleksi kembali.
“Untuk setiap Provinsi diambil 5 tim dengan setiap timnya terdiri dari 2 orang,” ungkap Baharuddin.
Untuk perwakilan Sumut, ungkap Baharuddin, 1 tim lolos dan masih dilakukan seleksi kembali di Jakarta.
Sementara itu, lomba mural yang digelar Polda Sumut itu, mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan.
Dalam hal ini, masyarakat juga mengungkapkan dukungan atas program pemerintah untuk menolak hoax dan tetap mematuhi prokes.
“Kami menyambut baik lomba moral tersebut, Kami juga mendukung program pemerintah untuk menolak hoax dan tetap mematuhi prokes,” ungakap warga yang mengaku bernama Sugimin (40) didampingi Ginting dan Indra. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Santai dan nikmatilah hidup ini, karena kita tidak akan menjalani hari ini lagi.”











