Hoegeng lulus dari sekolah kepolisian pada tahun 1944.
Saat menjadi Kapolri, Hoegeng banyak melakukan beberapa pembenahan, khususnya terkait struktur organisasi di tingkat Mabes Polri.
Jenderal Hoegeng sangat memegang teguh prinsipnya baik karier di kepolisian maupun kehidupan sehari-hari.
Sebagai pejabat, Hoegeng tidak mau aji mumpung atau ketika berkuasa memnfaatkan jabatannya untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya.
Bahkan, Hoegeng banyak menolak fasilitas terkait jabatannya yang dinilai berlebihan meskipun hal yang dimungkinkan dalam aturan seperti pemberian kavling tanah, rumah, mobil dinas dan pengawalan sehari – hari serta penjagaan didepan rumah.
Ada tiga ‘senjata’ yang digunakan Hoegeng dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari yakni memberikan contoh, ucapan yang harus konsisten serta sentuhan dan turun ke bawah. (SBO-02)
Selanjutnya, kunjungi dan klik Yuo Tube SATYA BHAKTI ONLINE :
Jangan lupa Share, Koment dan Tekan Tombol Like, Subscriber serta Tanda Lonceng agar dapat berita yang terupdate setiap hari.
Terima Kasih.
Editor/Publsh : Antonius Sitanggang




















