Air meluap dengan cepat dan menenggelamkan area yang sehari-hari menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
“Air naiknya sangat cepat. Dalam waktu kurang dari satu jam, sawah kami sudah tak terlihat lagi. Tingginya sampai lima meter,” ungkap salah seorang warga yang mengaku setiap musim panen mengandalkan hasil padi dari lahan tersebut.
Sejumlah warga juga melaporkan kehilangan ternak serta kerusakan fasilitas irigasi.
Selain itu, akses antar desa sempat terputus akibat material banjir dan pohon tumbang serta banjir yang menutup badan jalan.
Hingga berita ini diturunkan, dipastikan tidak ada warga yang terisolasi.***
Laporan Jurnalist : Ashari Pasaribu
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Hidup tak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi dengan telapak tangan kita dapat mengubah hidup kita jauh lebih baik lagi.”
















