Diduga Proyek “Siluman”, Pembangunan Jalan Di Dusun II, Desa Naga Rejo-Galang Tanpa Plank Proyek dan Mangkrak

oleh -1,342 views
oleh
Pembangunan Jalan di Dusun 2, Desa Naga Rejo Mangkrak, Warga Semakin Merana. Siapa Yang Bertanggung jawab?
Pembangunan Jalan di Dusun 2, Desa Naga Rejo Mangkrak, Warga Semakin Merana. Siapa Yang Bertanggung jawab?
banner 1000x300

SATYA BHAKTI ONLINE, Galang [DELI SERDANG] –

Diduga “proyek siluman”, proyek pembangunan jalan di Desa Naga Rejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di Dusun II, dikerjakan tanpa ada pemasangan plank proyek.

Ironisnya, proyek pembangunan jalan di Dusun II, Desa Naga Rejo tersebut mangkrak alias terbengkalai.

Selain itu,  pengerjaan proyek pembangunan jalan di Dusun II, Desa Naga Rejo, tepatnya di Gang Pendidikan I, Gang Pendidikan II, Gang Pendidikan III itu, terkesan asal jadi yang kesemuanya itu mengundang tanda tanya bagi masyarakat.

banner 1000x300

Dalam hal ini, masyarakat menduga, para pihak yang terkait atas proyek pembangunan jalan di Dusun II, Desa Naga Rejo tersebut berharap dapat meraup dana untuk memperkaya diri dan atau kelompoknya.

Sementara itu, pantauan awak media satyabhaktionline, beberapa waktu lalu, terpantau ada pelaksanaan proyek pembangunan jalan di Dusun II, Desa Naga Rejo, tepatnya di Gang Pendidikan I, Gang Pendidikan II, Gang Pendidikan III.

Herannya, proyek pembangunan jalan di 3 lokasi tersebut itu, hingga kini terpantau tidak memiliki plank proyek.

Ironisnya,  proyek pembangunan jalan di 3 lokasi tersebut itu, hingga kini terpantau mangkrak alias terbengkalai pengerjaannya.

banner 1000x200

Terkait itu, beberapa warga dan aparat desa setempat menginformasikan, mangkraknya proyek pembangunan jalan tersebut sudah berlangsung sekira sebulan lamanya.

Padahal, dana pelaksanaan proyek pembangunan jalan tersebut dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Menurut warga setempat, pelaksanaan proyek pembangunan jalan yang di kerjakan tanpa menggunakan plank proyek tersebut, tentu saja tidak termonitoring terkait informasi tentang nomor dan tanggal pelaksanaan proyek pembangunan, lokasi kegiatan pembangunan, jenis kegiatan, data teknis bangunan, identitas pemilik, perencana, pengawas dan pelaksana pembangunan.

Meski sering di persoalkan warga dan aparat desa setempat tersebut mengungkapkan, pelaksana proyek pembangunan jalan tersebut tetap saja membandel dengan tidak memasang plank proyek di lokasi proyek pembangunan jalan tersebut.

Herannya, saat ditanya kenapa tidak ada plank proyek, warga setempat mengungkapkan, hal tersebut sudah dipertanyakan  kepada pelaksana proyek pembangunan jalan.

banner 1000x300
Bagikan ke :