SATYA BHAKTI ONLINE | Pasaman [ Sumatera Barat]
Dibalik rasa gembiranya atas pembangunan perbaikan jalan yang kini dikerjakan, warga menduga pembangunan perbaikan jalan dari dan menuju daerah pemukimannya itu, sarat memperkaya diri dengan cara korupsi.
Demikian terungkap dari hasil pembicaraan warga Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat yang berawal mengaku sangat merasa gembira, karena jalan dari dan menuju daerah tempat tinggalnya (warga, red) yang sebelumnya rusak, kini diperbaiki.
Namun, dibalik rasa kegembiraan itu, warga menduga, perbaikan jalan tepatnya jalan yang menghubungkan Kampung Andilan ke Kampung Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto dan berapa kampung lainnya yang ada di pedalaman itu dilakukan dengan menyalahi aturan guna memperkaya diri.
Dalam hal ini, warga menuturkan hal tersebut dapat dilihat dari tidak adanya plank proyek atas pekerjaan pembangunan perbaikan jalan itu.
Hal tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya terkait jumlah nilai dana proyek yang dikerjakan dan panjang jalan yang mau dikerjakan dan apa apa saja yang mau dikerjakan.
Sementara itu, pantauan jurnalis Satya Bhakti Online, Selasa 8 Nopember 2022, tampak lokasi jalan yang diperbaiki itu, memang sangat mem prihatinkan.
Semua aspal dibadan jalan kondisinya sudah hancur hanya tinggal tanah dan lumpur.
Parahnya lagi, apabila hujan turun, jalan dipenuhi dengan ganangan air, sehingga sulit untuk dilalui.
Terkait tidak tampak adanya plank proyek khusus atas pembangunan perbaikan jalan itu yang dilakukan oleh pelaksana pembangunan di lokasi proyek perbaikan jalan itu, pantauan jurnalis Satya Bhakti Online, tampak ada plank proyek terpasang di lokasi pembangunan proyek perbaikan jalan dengan mengatasnamakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pasaman selaku pemikik pembangunan proyek
Namun pada plank proyek dengan mengatasnamakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pasaman itu, tidak mencantumkan berapa anggarannya setiap satu paket proyek yang akan dikerjakan.











