Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sumatera Utara kembali menegaskan kehadirannya sebagai garda terdepan Polri dalam mendukung penuh pelaksanaan tugas BNN, sekaligus menunjukkan komitmen kuat untuk terus bersinergi dalam pemberantasan narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa, sejalan dengan semangat “Brimob untuk Nusa dan Bangsa.”
Publik Tantang Keseriusan Bongkar Bandar Besar
Penggerebekan kampung narkoba di Kecamatan Percut Sei Tuan oleh Satuan Brimob Polda Sumut dan BNN Provinsi Sumatera Utara kembali memantik harapan publik.
Namun di balik operasi bersenjata lengkap ini, muncul pertanyaan mendasar, “apakah yang ditangkap hanya pemakai dan pengecer kecil, ataukah jaringan besar yang selama ini justru kebal hukum?”
Seperti diketahui, Percut Sei Tuan sudah lama dicap sebagai salah satu zona merah peredaran narkotika di Sumut.
Aktivitas transaksi di kawasan ini bukan rahasia lagi bagi warga sekitar.
Karena itu, operasi gabungan yang digelar aparat bukan sekadar rutinitas penindakan, melainkan ujian terhadap keberanian negara menghadapi mafia narkoba.
Publik mencatat, penggerebekan kampung narkoba sering kali hanya menghasilkan penangkapan simbolik, sementara bandar utama tetap lolos dan jaringan tetap beroperasi.
Jika pola ini terulang, maka operasi hanya menjadi tontonan rutin tanpa dampak struktural.
Dalam hal ini, Brimob dan BNN Sumut menyatakan, operasi ini bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika.
Namun publik menuntut lebih, yakni usut aliran uang, bongkar jaringan, dan seret aktor intelektualnya, termasuk bila melibatkan oknum aparat atau pihak berpengaruh.
Narkoba tidak mungkin tumbuh subur tanpa perlindungan sistemik.
Masyarakat Percut Sei Tuan membutuhkan lebih dari sekadar penggerebekan sesaat.
Mereka butuh jaminan bahwa setelah pasukan bersenjata pergi, bandar tidak kembali dan warga tidak lagi hidup di bawah bayang-bayang teror narkotika.
Operasi Brimob dan BNN ini akan diuji oleh satu hal sederhana yakni, apakah jaringan narkoba benar-benar runtuh, atau hanya berpindah lokasi.
Karena perang melawan narkoba tidak bisa dimenangkan dengan kamera dan konferensi pers, melainkan dengan keberanian menembus zona gelap yang selama ini dilindungi kekuasaan. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
Ketika sebuah kawasan bisa lama dikenal sebagai “kampung narkoba”, itu berarti ada pembiaran, kebocoran informasi, atau bahkan kolusi yang selama ini tak tersentuh.


















