SATYA BHAKTI ONLINE | MEDAN – Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah atau kandungan glukosa dalam darah terlalu tinggi melewati batas normal (hiperglikemia).
Hal ini bisa disebabkan oleh tubuh yang tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik.
Insulin adalah hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Lantas, berapa kadar gula darah yang dikatakan diabetes?
Kadar gula darah yang dikatakan diabetes
Dikutip dari Kompas.com, dokter spesialis penyakit dalam RS Hermina Banyumanik, (dr. Ita Murbani Handajaningrum, Sp.PD, K-GH, FINASIM) mengatakan, kadar gula darah bisa berbeda dalam waktu tertentu.
Menurut dr. Ita, kadar gula darah bisa diketahui melalui pengecekan di layanan atau fasilitas kesehatan setempat.
“(Ada) gula darah puasa (dan) gula darah dua jam setelah makan,” kata dr.Ita,
Ketika pengukurannya dilakukan saat puasa, dr. Ita mengungkapkan, gula darah dikatakan tinggi apabila mencapai 126 mg/dL atau lebih.
Jika pengukurannya dua jam setelah makan, ungkap dr. Ita lagi, kadar gula darah 200 mg/dL termasuk kategori tinggi.
Komplikasi akibat diabetes
Menurutnya, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.
Kondisi itu kemudian dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan ginjal.
“Diabetes (dapat) menyebabkan kerusakan ginjal dan gagal ginjal,” ujarnya.











