Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat meminta pertanggungjawaban pemerintah pemerintah atas BBM khususnya solar yang kini hilang bagaikan ditelan bumi itu.
“Gimana Pak…, Kami tidak memiliki ladang. Kami tidak memiliki sawah. Hanya laut inilah sawah dan ladang kami. Bila solar susah, kami tidak makan dirumah,” ungkap tokoh masyarakat meminta pertanggungjawaban pemerintah.
Untuk diketahui, akibat kelangkaan BBM Solar yang hilang bagaikan ditelan bumi itu, diperkirakan 500 nelayan tidak melaut. (SBO-20/ARS)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Yang mengizinkan adanya badai, juga membawakan pelangi.”











