SATYA BHAKTI ONLINE – MEDAN | Begini ceritanya……….
Upaya memperkuat keamanan berbasis partisipasi masyarakat kembali digencarkan Polrestabes Medan.
Dengan mengusung tema “Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama”, Kapolrestabes Medan menggelar kegiatan Curhat Kamtibmas bersama warga Kelurahan Jermal 15, Kecamatan Medan Denai,
Selain itu,kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari strategi mendengar langsung persoalan riil di tengah masyarakat.
Saat itu, Jum’at (23/01/2026) sekira pukul 14.30 WIB di Kolam Pancing Nabilah Jermal XV, Jalan Jermal 15, Dusun I, Desa Amplas,
Kapolrestabes Medan (Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak) bersama Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Medan melaksanakan kegiatan Curhat Warga bertema “Keamanan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama”,
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Medan penyampaiannya Hari ini saya berdiri disini hari ke 107 menjadi Kapolrestabes Medan.
Misi kemanusiaan sudah kami lakukan di lokasi ini dan ini adalah pertemuan kedua untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Kapolrestabes Medan mengungkapan, saat dilakukan penertiban dan penindakan beberapa lalu di lokasi ini (Jermal 15), banyak terjadi perlawanan, melempari petugas, dan membakar kendaraan petugas yang melakukan penindakan.
“Saya berkeliling banyak anak anak dan pelajar bahkan balita saya titipkan kepada bapak/i sekalian agar di sampaikan menjaga anak anak kita tersebut. Mari ingatkan anak anak kita untuk menjauhi kegiatan yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun keluarga,” ungkap Kapolrestabes Medan itu.
Selain itu, Kapolrestabes Medan menambahkan, dirinya membuka selebar-lebarnya kepada seluruh masyarakat, khusunya warga Jermal 15 untuk menyampaikan unek-uneknya dan dirinya (Kapolrestabes Medan) akan mendengar semua keluhan warga
Mengapa hal tersebut dilakukan, Kapolrestabes Medan menjawab, hal tersebut merupakan beban moral untuk masyarakat.
“Apa yang saya makan dan kenakan berasal dari bapak dan ibu sekalian. Karena itu, setiap hari saya berupaya berbuat baik melalui misi kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat Medan,” tuturnya
Menyoroti fenomena “Bonus Demografi” yang tengah dihadapi Indonesia, Kapolrestabes Medan menuturkan, dengan tingginya angka usia produktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bangsa yang maju dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.
“Potensi ini terancam sirna jika pemuda terjebak dalam lingkaran setan narkoba dan judi,” ungkapnya lagi.
Sementara itu kepada Kapolrestabes Medan seorang warga bernama Rohliah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait maraknya aksi pencurian dan perilaku menyimpang anak di bawah umur.
“Kami resah, Pak. Pertama soal maling, kedua soal generasi muda kita. Anak-anak yang masih SD sudah mulai ada yang ‘ngelem’. Saya mohon kepada Bapak Kapolres dan jajaran untuk menindaklanjuti ini,” ungkap Rohliah.

















